Irama London melambat di bulan Agustus

  • 16 Agustus 2013
  • komentar
London di musim panas
Banyak warga kota yang menikmati makan siang di luar di musim panas.

Kota London membengkak dan angka resmi menunjukkan warga yang tinggal di ibukota Inggris ini menembus angka 8,3 juta.

Tahun lalu saja warga London bertambah 100.000 dan bila dihitung dengan tingkat pertumbuhan saat ini, pada 2030 nanti penghuni London mencapai 30 juta jiwa.

Ini adalah angka penduduk yang menetap.

Pada siang hari jumlah orang yang berada di London lebih banyak. Mereka adalah para pegawai yang berasal dari luar kota.

Menurut catatan koran Evening Standard, jumlah penduduk Westminster misalnya adalah 253.000 namun pada siang hari jumlah orang yang berada di daerah ini tak kurang dari 980.000 orang atau naik sekitar empat kali lipat.

Kawasan City -yang antara lain dikenal sebagi pusat kegiatan keuangan- memiliki penduduk 11.700 saja.

Namun, lagi-lagi pada siang hari, orang yang berada di City diperkirakan mencapai 390.000.

Jadi, ukuran London dari aspek jumlah penduduk makin besar dari tahun ke tahun dan ini berdampak positif.

Di berbagai sudut kota terlihat pembangunan, baik perkantoran, permukiman, maupun prasarana, seperti jalan, stasiun, dan jalur kereta.

Saat ini di London juga disibukkan dengan pembangunan jalur kereta baru, Crossrail, yang menghubungkan London timur dan barat melalui kereta cepat.

Irama kehidupan melambat

London di musim panas
Membaca koran di taman, salah satu aktivitas warga di musim panas.

Meski London sudah memiliki sistem transportasi massal yang memadai dan relatif nyaman, pembangunan sistem baru tetap dilakukan, untuk mengakomodasi perkembangan kota.

Selain membangun yang baru, fasilitas lama juga diperbaiki sehingga tampak mengkilap. Misalnya stasiun kereta King's Cross. Juga Shard, salah satu gedung tertinggi di Eropa yang dimanfaatkan untuk apartemen, hotel, restoran, dan perkantoran.

Di sisi lain, perkembangan ini juga membuat London menjadi kian padat dan sibuk.

Mencari tempat parkir makin susah, demikian juga mencari tempat duduk di kereta, baik bawah tanah atau kereta biasa. Di jam sibuk pagi dan sore, orang berjejalan sampai kadang susah bergerak.

Pemandangan London yang super sibuk ini sedikit berubah ketika kalender masuk ke bulan Agustus.

Pada bulan ini sekolah libur dan banyak warga yang memanfaatkanya untuk cuti dari kantor untuk berlibur ke kota atau negara lain.

Penurunan jumlah warga ini membuat irama kehidupan menjadi melambat.

Gerbong-gerbong kereta tak sepadat biasanya, demikian juga dengan volume kendaraan di jalan-jalan.

Bagi mereka yang tidak keluar kota atau keluar negeri untuk berlibur, London menjadi jauh lebih enak untuk dinikmati.

Apalagi ketika cuaca London sedang hangat dan cerah.

Makan siang di taman kota dengan sandwich pun menjadi terasa lebih nikmat.