Puasa panjang di musim panas

  • 19 Juli 2013
  • komentar
Cuaca panas
Ramadan di Inggris tahun ini jatuh di musim panas di mana hari-hari lebih panjang.

Bagi warga Muslim di Inggris, yang jumlahnya sekitar 2,7 juta, puasa tahun ini bisa dikatakan berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya.

Tahun ini untuk pertama kalinya ada azan Subuh yang ditayangkan salah satu stasiun televisi swasta, Channel 4.

Di negara Inggris, yang secara tradisional bercorak Kristen, bisa dipahami kalau penayangan azan selama Ramadan ini memicu kontroversi, meski belakangan kontroversi ini kemudian mereda dengan sendirinya.

Perbedaan kedua tentu saja adalah lamanya puasa.

Kebetulan puasa tahun ini jatuh di musim panas, di mana hari lebih panjang dibandingkan lamanya malam.

Di musim panas matahari terbit lebih awal dan terbenam lebit lambat dibandingkan musim-musim lain.

Berpuasa 18,5 jam

Karena puasa mengikuti "irama" matahari, maka lamanya ibadah ini pun menjadi lebih lama dibandingkan puasa warga Muslim yang tinggal di sekitar garis Katulistiwa misalnya.

Di daerah di sekitar Katulistiwa ini, lama hari dan malam relatif sama sepanjang tahun.

Pada hari-hari pertama, warga Muslim di Inggris berpuasa mulai pukul 3.01 dini hari hingga pukul 21.19 malam. Jadi kira-kira berpuasa selama 18,5 jam.

Bila posisi negara makin dekat ke kutub utara, maka lama puasa juga makin panjang.

Rovaniemi
Di kota Rovaniemi, Finlandia, matahari nyaris tidak tenggelam di musim panas.

Di beberapa daerah di Norwegia warga Muslim berpuasa selama 20 jam. Di kota Rovaniemi, Finlandia, bahkan matahari nyaris tidak tenggelam di puncak musim panas.

Perbedaan lain adalah suhu udara, yang dalam beberapa belakangan termasuk sangat panas untuk ukuran Inggris, hingga pemerintah mengeluarkan peringatan.

Dari situasi ini Anda bisa mendapatkan gambaran: puasa panjang di tengah suhu udara yang panas.

Inilah yang membuat beberapa sekolah khawatir, jangan-jangan puasa akan membuat murid pingsan, terutama ketika jam pelajaran olahraga.

Panduan praktis untuk murid

Saya sempat bertemu dan berbicara dengan beberapa siswa membahas puasa yang panjang ini dan kemungkinan pengaruhnya terhadap kinerja di sekolah.

Ternyata, pihak sekolah sudah mengantisipasi, di antaranya porsi kegiatan fisik bagi siswa yang berpuasa lebih sedikit dibandingkan siswa-siswa lain yang tidak berpuasa.

Ada pula sekolah yang mengizinkan siswa yang berpuasa untuk tidur ketika istirahat siang.

Tapi ada pula sekolah yang mengatakan bingung.

Seorang pengurus di organisasi Islam, Muslim Council of Britain (MCB), mengatakan ia menerima telepon dari beberapa kepala sekolah meminta masukan tentang kebijakan yang tepat terkait puasa yang panjang ini.

Ia mengatakan MCB sedang membahas masalah ini dan kemungkinan akan mengeluarkan panduan untuk sekolah.

Diharapkan ketika Ramadan kembali datang tahun depan, yang masih jatuh di musim panas, sudah ada panduan praktis untuk murid yang menjalankan ibadah puasa.