BBC navigation

Blog dari London

Gangguan pengemis di London

Terbaru  22 Juni 2013 - 00:42 WIB
Pengemis di London

Pengemis di London yang diangkat dalam acara televisi BBC.

Seorang perempuan muda tiba-tiba membungkukkan badan dan mengambil cincin keemasan yang saya lihat di trotoar jalan di depan saya, di kawasan pertokoan Oxford Street.

Dia segera berdiri dan bertanya, "Saya temukan cincin emas, Anda mau?"

Saya sempat berhenti sebentar, menggeleng dan langsung tergesa menuju ke kantor. Kejadian ini sekitar dua bulan lalu.

Beberapa minggu kemudian, saya mendengar cerita yang sama dari seorang teman.

Ia memberikan uang kepada ‘penemu cincin’ ini, dan mengeluh karena cincin yang diberikan ternyata hanya kuningan.

Bukan orang yang sama, tetapi tampaknya dari kelompok yang sama.

Modus ini ternyata dilakukan oleh pengemis yang tampaknya berasal dari Rumania, atau kaum gipsi, menilik dari baju panjang yang mereka pakai.

Mengganggu Olimpiade

Pusat kota London

Kawasan Regent Street dan Oxford Street di London selama Olimpiade.

Pengemis dari Rumania ini beberapa kali membuat masalah pemerintah kota London karena mereka datang bergerombol, biasanya pada masa liburan musim panas, di pertengahan tahun.

Kelompok pengemis ini sempat membuat pusing juga menjelang penyelenggaraan Olimpiade, London, Agustus lalu.

Banjir turis dan atlet saat itu, tampaknya memang menjadi sasaran mereka.

Kepolisian metropolitan London bahkan mengerahkan bantuan polisi Rumania di jalan-jalan untuk menangani masalah pengemis dan pencopet di kawasan sibuk di London.

Warga Romani ini biasanya termasuk anak-anak dan juga wanita hamil. Mereka tinggal dengan mendirikan kemah di kawasan Marble Arch, kawasan pertokoan yang bersambung dengan Oxford Street.

Pada akhirnya mereka memang bisa dihalau, dengan penangkapan hampir 700 orang yang melakukan berbagai pelanggaran termasuk copet.

Namun beberapa bulan lalu datang kembali, ke tempat yang sama dan ke sejumlah taman lain di pusat London.

Tidak jelas apakah puluhan pengemis yang datang ini termasuk dalam kelompok yang sama seperti tahun lalu. Saat itu, mereka ini dilaporkan memang diangkut dengan bus oleh sindikat kejahatan menjelang Olimpiade dengan perintah menjadi pengemis, pencopet dan pekerja seks komersial.

Rumah dan mobil mewah

Dalam dokumentasi televisi BBC beberapa tahun lalu tentang gerombolan pengemis, bos kelompok ini menyewa rumah besar di pinggir London. Beberapa mobil mewah diparkir di luar rumah sewaan itu dan BBC sempat mengikuti mereka saat kembali ke Rumania.

Di kampung halaman mereka, bos kelompok itu memiliki rumah mewah, dan saat dikonfrontasi mengapa mereka datang ke London, mereka marah dan bahkan sempat melempar kamera awak televisi BBC.

Kehadiran kelompok pengemis ini membuat banyak warga London khawatir atas keamanan kota.

Para saksi mata melaporkan terjadinya banyak tindak kejahatan, termasuk perampokan, dan aktivitas antisosial lain termasuk kencing di jalan-jalan.

Sejumlah harian mengutip warga London dan juga turis yang menyatakan kesal karena kotornya taman-taman kota.

Kelompok Romani – yang sebagian besar datang dari Rumania dan Bulgaria- memang membanjiri London, terutama sejak dua negara itu bergabung dengan Uni Eropa tahun 2007.

Warga dua negara ini berhak datang dan tingggal di negara anggota Uni Eropa lain tanpa visa.

Yang lebih mengkhawatirkan banyak pihak adalah masalah pengemis ini akan bertambah tahun depan karena warga yang berasal dari Rumania dan Bulgaria selain izin tinggal juga diizinkan bekerja.

Walikota London, Boris Johnson, mendesak agar izin kerja ini ditinjau ulang karena dikhawatirkan banjir warga dari dua negara ini akan meningkatkan jumlah pengemis dan orang-orang yang menggelandang di taman dan jalan-jalan ibukota Inggris.

Bagi saya dan juga mungkin sebagian warga London lain, banyaknya pengemis ini jelas mengganggu dan merupakan peringatan agar lebih berwaspada atas kemungkinan trik-trik yang mereka lakukan saat meminta-minta.

Komentar

Lompat ke halaman komentar
 
  • beri peringkat
    0

    Jumlah komentar 1.

    Memang pengemis pun megglobal ya, di kota saya dan umumnya kota di Jawa, traffic light sering dihiasi pengemis, ada yg dandan bak korban lakalantas, dg tongkat ditangan, tungkai diverband berbercak merah, terpincang=pincang (acting tentu saja, terinspirasi tayangan Top di TV kita agaknya),ada juga dg bekal tutup botol digantungi icik2 shg bersuara dg lagu yang amat Fals, ada lagi yang menggendong balita. Saya tak pernah tega, minimal logam Rp.500,- saya masukkan ke botol plastik mereka.Malaskah?

 
 

Tema ini sudah ditutup untuk komentar

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.