Brasil akan hapus utang Afrika senilai US$900 juta

  • 26 Mei 2013
Presiden Dilma Rousseff
Presiden Dilma Rousseff mengatakan langkah pembatalan utang merupakan bagian kebijakan luar negeri Brasil terhadap Afrika.

Brasil mengumumkan akan melakukan pembatalan atau merestrukturisasi utang senilai US$900 juta kepada negara Afrika.

Kebijakan ini menguntungkan setidaknya bagi 12 negara Afrika seperti Tanzania, Zambia dan Kongo-Brazaville-negara yang selama ini dikenal kaya akan kandungan gas dan minyaknya-.

Langkah yang dilakukan Brasil ini bisa dilihat sabagai upaya negara itu untuk meningkatkan hubungan ekonomi dengan negara-negara di wilayah Afrika.

Data resmi negara itu menunjukan bahwa perdagangan Brasil dengan Afrika telah meningkat hingga lima kali lipat dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir.

Pengumuman tentang kebijakan restrukturisasi utang terhadap negara-negara Afrika ini disampaikan saat kunjungan ke Ethiopia untuk menghadiri pertemuan tingkat tinggi Uni Afrika.

Kunjungan ini merupakan kunjungan ketiga Rousseff ke wilayah Afrika dalam kurun tiga bulan terakhir.

"Hampir semuanya dibatalkan," kata Juru Bicara Rouseff, Thomas Trauman kepada wartawan.

Terus berkembang

"Menjaga hubungan khusus dengan Afrika adalah strategi kebijakan luar negeri Brasil."

Dia menambahkan kebanyakan utang yang direstrukturisasi adalah akumulasi utang yang terjadi pada tahun 1970-an dan telah mengalami negosiasi ulang sebelumnya.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Brasil kepada kantor berita Efe mengatakan restrukturisasi utang bagi sebagian negara berarti akan ada pemberian suku bunga yang menguntungkan bagi negara peminjam dan waktu pembayaran yang lebih lama.

Kongo-Brazzaville adalah negara Afrika yang memiliki utang paling besar kepada Brasil atau US$352 juta diikuti oleh Tanzania dan Zambia.

Negara lain yang juga ikut menikmati kebijakan yang diberikan Brasil ini adalah Pantai Gading, Gabon, Guinea, Guinea Bissau, Mauritania, Republik Demokratik Kongo, Senegal dan Sudan.

Perdagangan antara Brasil dengan negara-negara Afrika yang pada tahun 2000 hanya mencapai US$5 miliar meningkat menjadi US$26,5 miliar pada tahun 2012 lalu.

Sejumlah perusahaan Brasil banyak melakukan investasi pada bidang perminyakan dan pertambangan di Afrika selain itu mereka juga banyak terlibat dalam pembangunan proyek infrastrtuktur besar di kawasan itu.