Indonesia minta penembak MH17 diadili

  • 22 Juli 2014
desra percaya
Wakil Tetap RI di PBB Desra Percaya meminta korban dikembalikan

Dalam sidang Dewan Keamanan PBB yang membahas tragedi pesawat Malaysia Airlines MH17 yang ditembak jatuh di Ukraina, wakil Indonesia meminta pihak yang bertanggung jawab diadili dan jenazah korban dikembalikan ke negara asal.

"Indonesia menuntut agar pihak yang bertanggungjawab atas kejadian tragis MH17 untuk diadili," kata Duta Besar Desra Percaya, Wakil Tetap Republik Indonesia untuk PBB di New York. “Jenazah para korban juga harus segera dipulangkan tanpa ada penundaan lebih lanjut," tambahnya.

Sidang DK PBB tersebut mengadopsi Resolusi No. S/RES/2166 (2014) mengenai jatuhnya pesawat Malaysia Airlines MH17. Resolusi ini disahkan secara konsensus dan disponsori bersama oleh oleh 13 anggota DK PBB dan negara-negara yang warga negaranya menjadi korban, termasuk Indonesia.

PBB meminta agar otoritas penyidik Eropa dijamin keamanannya dan diberi akses menuju lokasi jatuhnya pesawat serta diadakannya penyelidikan internasional yang penuh, menyeluruh dan independen.

Tekanan internasional

Sementara itu tekanan internasional terhadap Rusia semakin keras. Perdana Menteri Inggris David Cameron mendesak Presiden Vladimir Putin untuk mengakhiri dukungan terhadap separatis pro Rusia di Ukraina timur.

"Presiden Putin menghadapi pilihan yang jelas tentang bagaimana ia memutuskan untuk merespon tragedi ini. Saya harap ia akan menggunakan momen ini untuk menemukan jalan keluar dari krisis yang berbahaya ini yaitu dengan mengakhiri dukungan Rusia untuk separatis," kata Cameron di hadapan parlemen Inggris.

mh17
Lokasi jatuhnya pesawat dikuasai oleh separatis pro-Rusia

"Jika ia tidak mengubah sikapnya terhadap Ukraina dalam kasus ini maka Eropa dan Barat harus mengubah sikap kita terhadap Rusia."

Cameron mengatakan Uni Eropa tidak bisa lagi "menutup mata" terhadap krisis ini.

Jika Moskow tidak segera bersikap, kata dia, maka "Rusia tidak bisa berharap untuk terus menikmati akses ke pasar Eropa, modal Eropa, pengetahuan Eropa dan keahlian teknis Eropa di saat ia membakar konflik di salah satu tetangga Eropa."