BBC navigation

Ba'asyir 'minta' pengikutnya dukung ISIS

Terbaru  14 Juli 2014 - 22:34 WIB
Abu Bakar Ba'asyir

Abu Bakar Ba'asyir menyatakan mendukung pembentukan Negara Islam Irak dan Suriah.

Terpidana kasus terorisme Abu Bakar Ba’asyir mengatakan mendukung gerakan pembentukan negara Islam oleh kelompok Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).

Pernyataan dukungan Ba'asyir, yang disebut-sebut sebagai pemimpin spiritual jaringan ekstremis, disampaikan di penjara Nusa Kambangan, Cilacap, Jawa Tengah.

Ba’asyir juga meminta kepada para pengikutnya untuk mendukung ISIS, kata ketua Jamaah Anshorut Tauhid (JAT), Mochammad Achwan.

JAT adalah organisasi yang didirikan oleh Ba'asyir setelah keluar dari Jemaah Islamiah, yang dinyatakan berada di belakang bom Bali 2002 dan beberapa kasus terorisme.

"Ba'asyir mengatakan kepada kami untuk mendukung perjuangan ISIS karena tiga hal. Ada pemimpinnya, bisa melaksanakan syariat, dan dideklarasikan. Tapi Pak Ba'asyir belum berbaiat (menyatakan sumpah setia)," kata Achwan kepada Sri Lestari dari BBC Indonesia.

"Pak Ba'asyir baru sebatas mendukung," katanya.

Peran individu

ISIS

ISIS menyerukan orang-orang Islam untuk datang ke Irak dan Suriah guna mendirikan negara Islam.

Ia enggan menjelaskan secara rinci bentuk dukungan kepada ISIS tapi mengatakan sejumlah anggota JAT telah pergi ke Suriah dan bergabung dengan ISIS dan Jabhat al-Nusra (JN).

JN merupakan sebuah organisasi jihadis di Suriah yang memiliki kaitan dengan al-Qaida.

Pengamat terorisme Taufik Andrie mengatakan dukungan yang diberikan oleh Ba’asyir bisa berpengaruh kepada para pengikutnya, tapi secara umum peran kepemimpinan dalam kelompok jihad tidak terlalu banyak berperan.

"Dinamika jihad global itu membutuhkan keputusan yang sifatnya segera dan individu memungkinan untuk mengambil peran di sini. Tanpa keputusan amir (pemimpin) pun mereka dapat mengambil keputusan secara individu karena ada ruangnya yaitu di Suriah dan Irak," jelas Taufik.

Selain Abu Bakar Ba’asyir, terpidana terorisme yang mendukung ISIS adalah Aman Abdurrahman, yang divonis sembilan tahun penjara karena kasus pelatihan terorisme di Aceh.

Badan Nasional Penanggulangan Terorisme menyatakan anggota kelompok militan dari Indonesia bergabung dengan ISIS di Suriah dan Irak, tapi tidak dapat memastikan jumlah mereka.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.