SBY minta capres tunggu hasil resmi KPU

  • 10 Juli 2014
perayaan pendukung jokowi
Yudhoyono meminta kedua kubu menunggu hasil resmi

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mendesak kedua kubu calon presiden untuk mengingatkan pendukung mereka agar menahan diri hingga hasil penghitungan resmi diumumkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Kedua kandidat mengklaim kemenangan dalam pilpres berdasarkan "hasil hitung cepat" alias quick count.

Mayoritas lembaga survei menunjukkan calon presiden nomor urut dua Joko Widodo unggul dengan selisih tipis.

Namun, calon presiden nomor urut satu Prabowo Subianto mengatakan hitung cepat oleh lembaga lain menunjukkan dia adalah pemenangnya.

Presiden Yudhoyono pada Rabu (09/07) malam memanggil kedua kandidat untuk bertemu di Puri Cikeas.

"(Presiden) meminta kubu kedua kandidat untuk menahan diri, agar tidak memobilisasi masa ke jalan dan merayakan kemenangan hingga ada keputusan dari KPU," tulis Yudhoyono di Twitter.

Hasil perhitungan resmi akan diumumkan pada 21-22 Juli.

jokowi prabowo
Mayoritas survei menunjukkan Joko Widodo unggul dari Prabowo Subianto

'Tidak ada pawai'

Setelah bertemu SBY, Jokowi meminta kepada para pendukungnya untuk menunggu hasil resmi.

"Kami menyerukan kepada semua anggota partai dan sukarelawan agar tidak mengadakan pawai, lebih baik memanjatkan doa syukur," kata Jokowi.

Prabowo juga mendesak masyarakat agar menghormati hasil resmi.

Tidak lama setelah tempat pemungutan suara ditutup, "hitung cepat" oleh sejumlah lembaga survei dirilis setelah mengambil sampel dari 2.000 TPS di seluruh Indonesia.

Tujuh lembaga survei , yakni Populi Center, CSIS, Litbang Kompas, Indikator Politik Indonesia, Lingkaran Survei Indonesia, Radio Republik Indonesia, dan Saiful Mujani Research Center menunjukkan pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla unggul atas pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa.

Hitung cepat oleh CSIS, misalnya, mengindikasikan Jokowi memperoleh 52% suara sedangkan Prabowo 48% suara.

Di sisi lain, empat lembaga survei menyatakan Prabowo-Hatta unggul dengan selisih 1%-2% suara.

Indonesia memiliki 190 juta pemilih terdaftar dan pemungutan suara berlangsung di ratusan pulau-pulau terpencil sehingga proses penghitungan suara memakan waktu.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini hingga pukul 11.30 WIB terpantau menguat lebih dari 2% di kisaran 5.130.

"Pasar menyambut baik perubahan dan mereka mengapresiasi penyelenggaraan pilpres yang berlangsung damai," kata ekonom INDEF Enny Sri Hartati.

Berita terkait