Bursa positif, pemerintah ada tantangan

  • 10 Juli 2014
Rupiah
Tren positif bursa saham diprediksi akan berhenti Agustus

Bursa saham di Indonesia bereaksi positif sehari setelah pemilu presiden, namun pemerintahan yang akan datang masih harus menghadapi berbagai tantangan.

Hal tersebut diungkap oleh Ketua Asosiasi Analisis Efek Indonesia Haryajid Ramelan.

Haryajid menjelaskan pembenahan birokrasi, pemberantasan korupsi, dan penambahan infrastruktur merupakan beberapa hal yang harus segera diselesaikan.

Rupiah hari ini menguat ke 11.500 dari 11.700 terhadap dolar Amerika Serikat.

Pengamat ekonomi Andrew Argado di gedung Bursa Efek Jakarta Kamis (10/07) menjelaskan penyebabnya.

"Ternyata secara ekonomi, baik Prabowo maupun Jokowi, punya komitmen yang sama tentang pembangunan infrastruktur. Jokowi ada wetlandreform, kemudian ada peningkatan akses miskin, pendidikan formal ditingkatkan, pembangunan infrastruktur. Prabowo ini juga ada," kata Andrew.

Andrew menambahkan kestabilan politik dan lancarnya pemilu presiden kemarin juga berkontribusi positif pada perdagangan.

Harapan baru

Ketua Asosiasi Pengusaha Pertambangan Mineral Indonesia Poltak Sitanggang berharap kelancaran pemilu presiden merupakan sinyal bahwa presiden baru mendatang akan mendongkrak perdagangan Indonesia.

"Memberikan harapan akan adanya kepastian hukum dalam investasi di Indonesia, tidak seperti sepuluh tahun terakhir di mana kebijakan-kebijakan yang bersifat turunan dari undang-undang ataupun bersifat permen (peraturan pemerintah) saling bertentangan dengan undang-undang lainnya," ujar Poltak.

Meski demikian, tren positif bursa perdagangan diprediksi akan berhenti Agustus.

Komisi Pemilihan Umum baru akan mengumumkan hasil pemilu presiden tanggal 22 Juli.

Namun berbagai lembaga survei sudah mengeluarkan hasil penghitungan cepat kemarin, beberapa jam setelah tempat pemungutan suara resmi ditutup.