KSAD minta Pangdam amankan pemilu

  • 6 Juli 2014
Semua pimpinan dan jajaran TNI di daerah dapat menjaga keamanan menjelang pilpres 9 Juli nanti.

Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Budiman mengatakan, dia telah meminta semua pimpinan dan jajaran TNI Angkatan Darat di daerah dapat menjaga keamanan menjelang pemilu presiden pada 9 Juli nanti.

"Cegah apapun yang menimbulkan konflik horizontal, vertikal," kata KSAD Jendral Budiman, dalam teleconference dengan panglima Kodam, Dandim dan Danrem di seluruh Indonesia di Jakarta Pusat, Minggu (06/07).

Hadir pula dalam acara ini Ketua Komisi Pemilihan Umum, Husni Kamil Manik dan Sekjen Bawaslu Gunawan.

KSAD juga meminta agar mereka melakukan pengamanan dengan sungguh-sungguh. "Danrem, Danrim, agar kita tidak underestimate terhadap pengamanan pilpres ini," katanya.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam jumpa pers usai rapat kabinet, Kamis (03/07), memerintahkan agar aparat Polri dan TNI mencegah dan tidak menoleransi tindak kekerasan dalam bentuk apapun.

Menurut Presiden, dia menerima informasi dari beberapa pihak yang mengkhawatirkan keamanan Indonesia saat pilpres, karena selisih elektabilitas yang sangat tipis dari kedua kubu capres.

Kondisi masih aman

Dia kemudian meminta, agar TNI dan Polri tidak menggampangkan tugasnya.

Namun Presiden juga mencoba menenangkan masyarakat, dengan mengatakan sampai sejauh ini kondisi masih aman. "Dan tentunya pemerintah tidak tinggal diam, di pusat maupun di daerah," kata SBY.

Aparat polisi mengamankan kampanye salah-satu kubu capres.

Sebelumnya, Kepolisian Indonesia telah meningkatkan kewaspadaan dan kesiapan pengamanan pemilu presiden, yaitu menjadi Siaga Satu mulai Minggu, 6 Juli 2014.

Dengan status ini, semua polisi bersiaga di posnya masing-masing sesuai penugasan.

Kapolri Jenderal Sutarman menyatakan, sebanyak 254.088 polisi diserahkan untuk mengamankan pilpres.

Berita terkait