BBC navigation

Ragam suara pemilih

Terbaru  6 Juli 2014 - 17:35 WIB

Galeri dari para pemiih tentang pilihan, harapan, dan pendapat lainnya sehubungan dengan pemilihan presiden 2014.

Rekan Liston Siregar bertemu dengan sejumlah warga di beberapa tempat, antara lain di Papua, Sampang, dan Sidoarjo, untuk diminta pendapat maupun komentarnya tentang pilpres.

PAPUA

Fadal Al Hamid, anggota Dewan Adat Papua

Fadal Al Hamid

Kami yakin Papua memiliki satu posisi tersendiri dalam konteks politik nasional bahwa suara-suara dari Papua itu tetap bisa menjadi perhatian nasional dan juga dalam konteks pergaulan Indonesia di dunia intenasional. Karena itu kita berharap momentum pilpres ini bisa dimanfaatkan okeh masyarakat Papua untuk membangun satu komunitas politik dengan calon yang terpilih dalam penyelesaian masalah-masalah Papua dan menjawab berbagai ketinggalan yang ada di Papua.

Boy Iwangi, penjual sagu bakar

Boy Iwangi

Siapa dia, itulah dia, entah dia orang Papua, entah orang Indonesia timur atau barat. Dia bisa memperhatikan orang-orang yang ada di Papua. Tapi kita di pasar sini banyak memilih Jokowi sebab orang bawah. Dia dari bawah naik ke atas. Kalau Prabowo itu kan dia orang yang berada.

Martha, pegawai negeri

Martha

Saya milih Jokowi karena dia itu merakyat toh, dia dekat dengan masyarakat. Saya punya satu keluarga memilih Jokowi karena dia turun di daerah Sentani dia jalan berarti dia punya hati sama dengan masyarakat toh. Prabowo kalau seandainya dia turun ke masyarakat, masyarakat menilai lain.

Maria, penjual pinang dan sirih

Maria

Karena Jokowi melihat kami, masyarakat yang jauh, sampai bisa ketemu kami di tempat jauh. Kami bisa melihat dia, bisa tatap muka dengan dia, itu saja.

Undi Rumaseuw

Undi Rumseau

Awalnya saya berpikir saya harus golput karena dengan calon calon yang sebelumnya kurang baik. Tapi sekarang pada saat Jokowi muncul, saya batal golput dan memilih saja. Saya melihat Jokowi merakyat dan dia bilang dalam satu debatnya bahwa dia akan mulai membangun Indonesaia pertama dari timur, dari Papua dan kita harapkan apa yang dia bilang akan kita lakukan.

Esau Saweke, pensiunan guru

Esau Saweke

Jokowi itu kita bisa lihat karyanya, mulai dari Solo lalu DKI Jakarta. Menurut saya itu dia punya dua program yang paling saya akui, kartu pintar untuk pendidikan dan kesehatan. Menurut saya, kalau satu negara rakyatnya tidak sehat maka negara tidak kuat. Rakyatnya sudah sehat, pendidikannya tinggi maka negara itu akan betul-betul menuju kesejahteraan.

Junaidi, pedagang kelontong

Junaidi

Kalau Jokowi, kayaknya kita pendatang ini terancam juga. Jokowi itu kan agak terlalu kurang tegas. Dia terlalu merasa kasihan sama orang sini jadi orang sini kayaknya kalau salah sedikit, kita dihina. Kita butuh pemimpin yang tegas. Biarpun pendamping Jokowi orang Makassar tapi tetap yang saya pilih adalah orang yang tegas.
Sila Womsiwor, mahasiswa
Sila Womsiwor

Jokowi sendiri mengatakan waktu ke sini bahwa Papua tidak seperti yang dia bayangkan bahwa orang Papua ternyata ramah. Tolong para pemimpin melihat bahwa orang di Papua ini sama saja dengan orang-orang lain. Apa yang kami inginkan adalah sama dengan yang lain, yaitu kesejahteraan. Pilihan saya Jokowi karena saya senang dengan tindakan-tindakan yang dia ambil. Susah orang besar seperti dia mau turun tapi dia langsung turun. Kalau Jokowi tidak ikut saya tidak ikut memilih. Ada slogan di Papua yaitu: 'orang Papua batal golput karena Jokowi'.

SIDOARJO

Iklil, pengungsi Syiah asal Sampang
Ikli

Ada sedikit yang jadi penilaian kami yang dari seorang calon presiden itu karena kesederhanaan dan merakyat. Menurut saya di situ lah tanggung jawab sebagai presiden, jika terpilih maka memang harus merakyat. Tidak mempertimbangkan golongan atau agama tertentu atau apapun, ya harus merakyat. Harapan saya dalam pemilihan presiden ini adalah nanti siapapun yang terpilih maka kebhinekaan bangsa ini harus dipertahankan.

Roha, pengungsi Syiah asal SampangRoha

Saya punya harapan untuk pulang kembali ke Sampang. Saya memiih yang bisa tegas, memiih yang bisa kami kembali ke rumah, terus bisa diperhatikan lagi. Saya mau memiih yang kayak giu. Insya Allah ada yang begitu tapi belum tahu saya, nanti saja.

Nurcholis, pengungsi Syiah asal Sampang
Nurcholis

Belum ada satupun calon presiden yang datang ke sini dan belum ada yang menyinggung Syiah dalam kampanyenya, jadi saya belum tahu mau memilih siapa. Kalau menurut saya, mereka ini para calon ini lagi tiarap. Maksudnya tidak menyinggung kami karena kami minoritas kalau ada salah satu calon yang berkomitmen menyelesaikan kasus kami, mereka takut kehilangan suara karena banyak yang anti Syiah, jadi mereka kalau secara terang-terangan berpihak kepada kami maka mereka takut suara tidak akan banyak.
Bayu Gunawan, pengusaha perikananBayu Gunawan

Kedua calon sama-sama baik. Jadi satu sisi baik untuk kerakyatan dengan membela orang-orang miskin, dan satu sisi lainnya ketegasan yang baik. Saya terus terang masih bingung karena sama sama baik. Ya nanti saya memiih tergantung hati saja waktu di TPS.

Madikan, buruh bangunan
Madikan

Saya semangat memilih nomor dua karena turun-turun ke rakyat. Yang satu lagi kayaknya kita takut karena dia kan dari jenderal. Kira rakyat kecil kan takut sama jenderal.

SAMPANG

Lusiana Mustika Ayu, penjual kartu telepon Lusiana Mustika Ayu

Saya itu milih Prabowo karena orangnya tegas, peduli sama rakyat. Dia itu dari militer dan mengutamakan rakyat, khususnya petani. Dia memang tidak blusukan tapi Pak Pabowo dari TNI dan pengalamannya lebih banyak. Jokowi itu terlalu banyak janji. Di Jakara sebagai gubernur janji saja karena Jakarta tetap saja macet, banjir.

Lobot petaniLobot Saya tidak tahu mau memilih siapa. Tidak tahu dua-duanya, Tunggu saja nanti kalau sudah mencoblos pasti ada yang dipilih.
Mahmude, penjual kembang api dan petasanMahmude Sikap kepemimpinan Prabowo itu lebih baik. Dia kan dari militer, kepemimpinannya lebih tegas. Saya memilih dia tegas jadi saya berharap nanti kalau dia presiden jadi lebih maju, lebih baik dari yang sekarang. Insya Allah kalau Prabowo jadi.
Solichin, guru ngajiSolichin Ya kalau menurut saya sendiri dan kawan-kawan, kami memilih nomor dua karena yang nomor satu itu selalu membawa fitnah tentang agama. Kalau Jokowi itu selalu difitnah oleh beliau sampai ada koran fitnah. Kalau programnya menurut saya sama saja tapi kalau kepribadiannya, masyarakat Sampang itu, menurut saya, condong ke Jokowi.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.