Setelah Prabowo, KPK periksa harta Jokowi

  • 26 Juni 2014
pemilu
Dua pasang kandidat dalam UU diwajibkan untuk melaporkan harta ke KPK.

Giliran Joko Widodo dan Jusuf Kalla menjalani pemeriksaan harta kekayaan di Komisi Pemberantasan Korupsi, Kamis (26/06), setelah kemarin Prabowo dan Hatta menjalani pemeriksaan yang sama.

KPK mengatakan verifikasi dan klarifikasi dilakukan atas daftar kekayaan dua pasang kandidat yang sudah dilaporkan kepada Komisi Pemilihan Umum sebelumnya.

Lembaga antikorupsi ini melakukan pemeriksaan seluruhnya, mulai dari aset fisik berupa rumah, mobil, hewan peliharaan,deposito, tabungan, hingga aset bisnis mereka.

"Sebelum klarifikasi hari ini, KPK sudah melakukan cek fisik. Jika dilaporkan berupa rumah atau aset, kita cek ke lapangan," kata juru bicara KPK Johan Budi kepada wartawan BBC Indonesia, Christine Franciska.

"Kedua, kami membuka ruang pelaporan kepada publik. Sejak sepekan yang lalu, apa bila ada masyarakat mengetahui soal harta dua pasang calon, mereka bisa melaporkannya melalui situs atau datang langsung ke KPK."

Pada pemeriksaan Kamis (26/06), Joko Widodo memenuhi panggilan sekitar pukul 09.00 WIB dan Jusuf Kalla dijadwalkan akan datang pada pukul 14.00 WIB.

Sejumlah kertas suara yang mulai dicetak mengalami kecacatan di Medan.

Sehari sebelumnya, Rabu (25/06), pasangan Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa menjalani pemeriksaan bersamaan selama kurang lebih empat jam.

Hasil pemeriksaan KPK akan diserahkan kepada Komisi Pemilihan Umum akhir pekan ini untuk ditindaklanjuti.

KPU sendiri akan mengumumkan laporan harta kekayaan secara transparan pada publik pada 1 Juli mendatang.

Johan Budi mengatakan pelaporan harta menjadi tahapan pemilu presiden yang penting karena jika ditemukan penyelewengan atau ketidakcocokan, KPU bisa menerapkan sanksi dan bisa mengancam pencalonan pasangan capres dan cawapres.