BBC navigation

Sejarawan kritisi 'kostum Nazi' Dhani

Terbaru  25 Juni 2014 - 22:04 WIB

Kemunculan simbol Nazi di Indonesia karena pemahaman sejarah yang dangkal, kata sejarawan.

Kemunculan kembali simbol-simbol Nazi di kalangan anak muda Indonesia, menurut seorang sejarawan, karena mereka tidak memahami sejarah kekejaman Nazi dan ideologi fasis yang melatarinya.

Hal ini diutarakan sejarawan Bonny Triyana menanggapi kostum musisi Ahmad Dhani di video klip kampanye Prabowo Subianto-Hatta Radjasa, yang dianggap mirip seragam komandan pasukan elit Nazi, Schutzstaffel, SS, Heinrich Himmler.

"Tidak ada pengetahuan di masyarakat, khususnya generasi muda, tentang Fasisme dan Nazi-isme," kata sejarawan Bonny Triyana kepada wartawan BBC Indonesia, Heyder Affan, Rabu (25/06) siang.

Bonny menduga, Ahmad Dhani tidak memahami latar belakang sejarah di balik berdirinya Partai Nazi pada tahun 1930-an di Jerman, ideologi Fasis yang melatarinya, serta kekejaman yang diakibatkannya.

"Barangkali untuk gaya-gayaan saja," katanya.

Sebelumnya, kubu Prabowo-Hatta Radjasa mengatakan, kostum musisi Ahmad Dhani dalam video klip itu Klik merupakan ekspresi seni semata.

"Kita harus melihatnya dari ranah seni, jangan dari ranah yang lain," kata juru bicara tim pemenangan Prabowo-Hatta Radjasa, Sudrajat, kepada BBC Indonesia.

"Paham Nazi bisa tumbuh subur (di Indonesia), kalau orang nggak ngerti. Lama-lama paham itu bisa tindakan. Itu yang bahaya"

Bonny Triyana

Sudrajat juga mengatakan penampilan Dhani mengenakan kostum tersebut tidak berarti dia mendukung ideologi dan tindakan Partai Nazi selama Perang Dunia II.

"Itu cuma dekorasi saja," katanya lagi.

Bisa 'berbahaya'

Video klip Ahmad Dhani tersebut telah mengundang perhatian media Jerman, Der Spiegel, yang menyebut kemeja yang dikenakan Dhani mirip seragam Komandan Satuan Elite Nazi, Schutzstaffel SS, Heinrich Himmler.

Belakangan masyarakat Indonesia, melalui media sosial seperti Facebook dan Twitter, menjadikan 'kostum Nazi' Ahmad Dhani sebagai topik pembicaraan.

Sebagian mereka mengkritiknya, namun tidak sedikit pula yang membelanya, antara lain ketika ada yang mengkaitkannya dengan kampanye kubu Prabowo Subianto-Hatta Radjasa.

"Pihak yang bersaing selalu mencari celah-celah untuk mendeskreditkan (kubu Prabowo-Hatta Radjasa)," kata Sudrajat, juru bicara tim sukses Prabowo Subianto.

Sejarawan Bonny Triyana mengatakan, walaupun ide penggunaan kostum Nazi ala Dhani Ahmad itu semata gaya-gayaan, dia mengkhawatirkan dampak jangka panjangnya.

Cafe di Bandung

Sebuah cafe di Bandung menggunakan simbol Nazi sebagai dekorasi.

"Paham Nazi bisa tumbuh subur (di Indonesia), kalau orang nggak ngerti. Lama-lama paham itu bisa tindakan. Itu yang bahaya," kata Bonny.

Menganggap paling benar

Menurut sejarawan UI ini, persoalan ini masuk kategori berbahaya, "Kalau mereka mengaku dengan sadar sebagai fasis."

Gagasan Fasisme, lanjut Bonny, biasanya ditandai sikap tidak mau menerima perbedaan atau menganggap dirinya paling benar.

Dia mengharapkan, agar generasi muda perlu diberi materi sejarah tentang Fasisme dan Nazi-isme serta kekejaman yang pernah mereka praktekkan di Perang Dunia II, agar mereka memahami.

Penggemar kostum militer, termasuk Nazi-Jerman, berkumpul dalam sebuah acara.

Kontroversi pemunculan simbol Nazi Jerman, sebelumnya, sempat mencuat ketika sebuah kafe di Bandung memasang simbol-simbol Nazi di ruangan interiornya.

Setelah sempat ditutup setahun lalu karena menuai kontroversi, Klik pemilik kafe itu membuka kembali aktivitasnya dan memasang simbol-simbol Nazi Jerman di ruangan interiornya.

Henry Mulyana, pemilik restoran itu menegaskan, dia tidak berniat menyebarkan paham Nazi atau memuja Nazi. "Yang kami angkat adalah sejarah perang dunia, bukan khusus Nazi-nya. Nazi itu kan bagian dari sejarah juga," imbuhnya.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.