BBC navigation

Wartawan rekam pembicaraan SBY dan Abbott

Terbaru  3 Juni 2014 - 16:27 WIB
abbott sby

Hubungan Australia Indonesia tegang karena skandal penyadapan.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono membiarkan wartawan mendengarkan pembicaraan dengan Perdana Menteri Australia Tony Abbott.

Para wartawan kebetulan berada di dalam ruangan yang sama dengan Presiden Yudhoyono saat pembicaraan terjadi dan salah satu dari mereka merekamnya.

Para pejabat Indonesia mengatakan peristiwa ini adalah suatu kesalahpahaman.

Kedua pemimpin akan bertemu Rabu 4 Mei di Pulau Batam.

Hubungan kedua negara masih tegang terkait dengan kegiatan mata-mata Australia.

Tahun lalu, Jakarta marah karena adanya tuduhan Australia menyadap telepon Yudhoyono dan pejabat tinggi lainnya.

Indonesia menarik duta besar untuk Canberra, dan baru saja memulihkan hubungan diplomatik secara penuh.

Klik Abbott tidak menganggap penting peristiwa terbaru dengan mengatakan yang penting adalah kualitas pembicaraan.

"Setiap kali berbicara dengan Presiden Yudhoyono saya merasa gembira dan mendapatkan dukungan," katanya kepada ABC.

Disamping skandal penyadapan, kedua pemimpin juga akan merundingkan masalah pencari suaka.

Sebagian besar dari mereka, yang berasal dari Timur Tengah atau Afghanistan, berusaha mencapai Australia dengan menggunakan perahu.

Canberra mendesak Jakarta untuk mengatasi masalah yang mereka pandang sebagai kejahatan perdagangan manusia.

Indonesia mengecam perlakuan Australia terhadap para pencari suaka.

Link terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.