TNI hentikan pembangunan mercusuar di perbatasan Malaysia

  • 21 Mei 2014
tni al
TNI AL telah meminta pembangunan dihentikan sementara.

Aktivitas pembangunan mercusuar yang diduga dilakukan Malaysia di wilayah abu-abu, Tanjung Datuk, sudah dihentikan sementara, kata TNI AL.

Kadispenal Laksamana Pertama TNI Manahan Simorangkir kepada BBC Indonesia mengatakan: "Sekarang TNI telah meminta mereka menghentikan pembangunan."

"Kemudian kapal-kapal Malaysia yang mengerjakan ada tiga tugboat (kapal penarik) dan empat tongkang di tarik ke perbatasan. Lokasi sekarang diamankan," jelasnya.

Tanjung Datuk yang terletak di antara Kalimantan Barat dan wilayah Malaysia hingga kini masih merupakan wilayah abu-abu, karena belum ada kesepakatan dua negara tentang kepemilikan daerah itu.

Pembangunan mercusuar pertama kali dideteksi oleh kapan negara dan kapal navigasi dari Dinas Perhubungan Laut pekan lalu.

Temuan itu kemudian dilaporkan ke TNI dan ditindaklanjuti dengan mengirimkan satu kapal perang dan pesawat udara. Belum jelas perusahaan atau lembaga apa yang melakukan pembangunan itu.

"Kita ini berbatasan dengan 10 negara, salah satunya dengan Malaysia. Kita secara periodik bertemu dengan Malaysia untuk menyelesaikan masalah perbatasan salah satunya di Tanjung Datuk ini," jelas Simorangkir.

"Selama belum ada keputusan dua negara, seharusnya tidak ada kegiatan apapun di sana."

Selagi TNI menjalankan prosedur untuk menghentikan sementara kegiatan, dia mengatakan, laporan sudah diteruskan ke Kementerian Luar Negeri untuk ditindaklanjuti.

Berita terkait