Keberpihakan tokoh 'lebih efektif' dalam pilpres

  • 20 Mei 2014
prabowo, hatta
Prabowo dan Hatta mendaftarkan diri sebagai capres dan cawapres di KPU, Selasa (30/05).

Keberpihakan tokoh-tokoh besar kepada salah satu calon presiden dalam pemilu dinilai lebih penting dalam menggaet suara dibanding dukungan partai.

Pengamat politik dari Universitas Nasional, Alfan Alfian, mengatakan publik membutuhkan referensi dan tokoh bisa menjadi referensi yang signifikan.

"Parpol dalam pilpres tidak menjadi rujukan utama. Tidak menjamin kalau partai A mengusung capres tertentu maka pengikutnya akan memilih dia juga."

"Referensi tokoh itu saya kira jauh lebih kuat dari referensi partai politik," tambahnya.

Kuatnya pengaruh tokoh, menurut Alfan, dipengaruhi oleh kualitas partai politik yang kini masih rendah.

Semua partai politik 'tidak terinstutusional dengan baik' sehingga hanya menjadi 'pengantar bakal calon saja' dan bukan penentu.

Safari politik

Pentingnya ketokohan ini disadari betul oleh calon presiden Prabowo Subianto dan Joko Widodo sehingga keduanya rajin melakukan safari politik.

Prabowo dalam beberapa pekan terakhir tampak mendekati sejumlah tokoh seperti Mahfud MD, Rhoma Irama, dan pengusaha media, Hary Tanoesoedibjo.

Dalam konferensi pers di Komisi Pemilihan Umum (KPU), Prabowo bahkan mengklaim jika mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD sudah resmi menjadi ketua pemenangan kampanye nasional.

"Beliau tokoh nasional dan menyatakan mendukung kami. Beliau berpengalaman dan memiliki jaringan sangat luas, beliau akan memperkuat tim kami," katanya setelah mendaftar sebagai capres di KPU, Selasa (20/05).

Joko Widodo -yang juga sudah mendaftar ke KPU- sebelumnya juga rajin mengunjungi sejumlah tokoh, seperti musisi Iwan Fals dan sejumlah tokoh agama di kalangan Nahdatul Ulama.

Berita terkait