Prabowo mengklaim didukung Mahfud MD

  • 20 Mei 2014
Mahfud MD saat berkampanye bersama PKB dalam pemilu legislatif, April lalu.

Bakal calon presiden Prabowo Subianto mengaku dirinya telah menunjuk Mahfud MD, politisi senior Partai Kebangkitan Bangsa dan mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, sebagai ketua tim pemenangan koalisi Prabowo-Hatta Rajasa.

Menurut Prabowo, Mahfud telah menyatakan kesediaannya untuk bergabung dengan koalisi yang dihimpunnya.

"Saya sudah jumpa beliau (Mahfud MD), beliau sudah jumpa Pak Hatta, dan beliau sudah minta izin kiai-kiai besar, dan alhamdulillah beliau bersedia," kata Prabowo dalam jumpa pers, usai mendaftar secara resmi sebagai capres dan cawapres bersama Hatta Rajasa di Kantor KPU, Selasa (20/05) siang.

Ditanya tentang alasan penunjukan Mahfud, Prabowo mengatakan: "Beliau berpengalaman, beliau punya jaringan yang sangat luas."

Sementara itu, Direktur MMD Inisiatif, yang sering disebut sebagai tim sukses Mahfud MD, Masduki Baidlowi, mengatakan Prabowo telah bertemu Mahfud MD.

Namun sejauh ini mantan Ketua MK itu belum mengiyakan ajakan Prabowo tersebut, katanya.

"Mahfud belum bisa mengatakan 'ya' selama belum direstui oleh sejumlah kiai," kata Masduki Baidlowi kepada wartawan BBC Indonesia, Heyder Affan, Selasa (20/05) siang.

Menurut Masduki, Mahfud MD saat ini "masih keliling menemui sejumlah kiai."

Capres alternatif

Awalnya, Mahfud MD telah didukung oleh sejumlah tokoh dan kelompok sebagai calon presiden alternatif.

Belakangan, Mahfud MD disebut sebagai salah satu bakal calon wakil presiden Partai Kebangkitan Bangsa bersama Rhoma Irama dan Jusuf Kalla untuk disandingkan dengan capres PDI Perjuangan, Jokowi.

Namun demikian, Joko Widodo alias Jokowi akhirnya memilih Jusuf Kalla sebagai cawapres dan PKB mendukung penuh pasangan ini.

Mahfud MD pernah disebut-sebut sebagai cawapres untuk mendampingi carpres Jokowi.

Rhoma Irama sebelumnya memprotes sikap PKB yang membatalkan pencalonannya dan mengancam akan menggerakkan massa NU agar tidak mendukung Jokowi-Jusuf Kalla.

Nama Mahfud MD juga sempat diusulkan oleh LSM Kontras sebagai cawapres alternatif mendampingi capres Anies Baswedan, walaupun akhirnya tidak ada partai politik yang mengusungnya.

Pada masa Presiden Abdurrahman Wahid berkuasa, Mahfud pernah menjabat sebagai Menteri Pertahanan dan Menteri Hukum dan HAM.

Terakhir dia menjabat sebagai Ketua Mahkamah Konstitusi, sebelum akhirnya kembali ke almamaternya di Universitas Islam Indonesia (UII) di Yogyakarta sebagai pengajar hukum tata negara.