Dukungan partai Islam diperlukan capres

  • 12 Mei 2014
Kampanye pemilu
Partai berbasis Islam diperlukan capres untuk mendongkrak suara

Dua dari empat partai berbasis Islam yang mendapatkan ambang batas parlemen, telah menyatakan dukungannya untuk calon presiden mendatang.

Partai Persatuan Pembangunan Senin (12/05) menyatakan dukungannya untuk calon presiden dari Partai Gerindra, Prabowo Subianto, setelah sebelumnya, PKB mendukung Joko Widodo dari PDI Perjuangan.

Pengamat politik dari Universitas Airlangga Surabaya, Muhammad Asfar, mengatakan capres PDIP Joko Widodo ataupun Prabowo Subianto dari Partai Gerindra, memahami posisi partai Islam yang menjadi faktor kunci bagi perolehan suara dalam pemilihan presiden Juli mendatang.

"Baik Jokowi ataupun Prabowo saya pikir sangat memahami betul dimana posisi partai Islam itu menjadi kunci untuk baik itu menambah ataupun mengurangi suara," kata Asfar.

"Untuk itulah Gerindra kepentingan yang sangat besar untuk menggabungkan partai Islam ataupun yang berbasis Islam seperti PPP, PKS dan PAN, karena disitu dia bisa menguatkan diferensiasi Prabowo dengan Jokowi jika di back up oleh partai Islam atau partai berbasis Islam," kata Asfar kepada BBC Indonesia.

Asfar mengatakan dukungan dari partai Islam, sekecil apapun perolehan suaranya diperlukan oleh para capres, karena dia memperkirakan sedikitnya 50% pemilih akan mempertimbangkan pilihan capres mereka berdasarkan partai.

PPP dukung Prabowo

Sementara itu, keputusan untuk mendukung Prabowo Subianto dalam pemilu presiden, diambil dalam rapat pimpinan nasional PPP Senin(12/05) dini hari.

Sekretaris Jenderal Muchammad Romahurmuziy, mengatakan keputusan mendukung Prabowo didasarkan sejumlah pertimbangan yaitu suara sebagian konstituen dan keutuhan partai.

“Keutuhan partai diatas segalanya maka kita mengambil keputusan secara aklamasi kepada pak Prabowo," kata Rohahurmuzy.

"Pertimbangan eksternal kita butuh pemimpin yang tegas dan visioner dalam membawakan Indonesia yang saat ini telah dalam sepuluh besar perekonomian dunia untuk menuju empat besar perekonomian dunia," tambah Romahurmuzy kepada wartawan BBC Indonesia, Sri Lestari.

"Kita butuh calon presiden dengan kemampuan manajemen dan kemampuan komunikasi yang baik terhadap seluruh rakyat Indonesia,” tambah Romahurmuzy.

Prabowo Subianto
Selain dengan PPP, Prabowo Subianto diperkirakan akan rangkul PAN dan PKS

Sebelumnya, dukungan PPP terhadap Prabowo sempat menuai perpecahan dari sejumlah pengurus DPP, karena dianggap keputusan sepihak sebagian pimpinan partai ini.

Konflik partai

Dukungan sejumlah pimpinan PPP terhadap Prabowo Subianto sudah ditunjukan Suryadharma dengan menghadiri kampanye Partai Gerindra di Gelora Bung Karno, Jakarta, pada Maret lalu, dan pertemuan

Saat itu Suryadharma secara terang-terangan menyatakan mendukung Prabowo sebagai calon presiden, sehingga sempat diprotes pimpinan PPP lainnya.

Lalu disusul adanya kesepakatan dalam pertemuan Ketua Umum Dewan Pembina Partai Gerindra, Prabowo Subiantoro dan Ketua PPP Suryadharma Ali di kantor DPP PPP di Jakarta, Jumat (18/04) sore.

Jokowi
Capres PDI-P Jokowi didukung oleh PKB dan Partai Nasdem

Tetapi kemudian, keputusan ini pun digugat sejumlah petinggi PPP, dan sempat memicu konflik di tubuh partai berlambang kabah tersebut.

PPP mengaku masalah pembagian kekuasaan tidak dibicarakan dalam koalisi dengan Partai Gerindra.

Sementara itu, partai berbasis Islam lain, Partai Kebangkitan Bangsa PKB meresmikan dukungan kepada calon presiden dari PDI –P Joko Widodo, yang sebelumnya telah berkoalisi dengan Nasdem.

Beberapa waktu lalu, Jokowi sempat bersafari menemui sejumlah ulama Nahdlatul Ulama di Jawa Timur.

Berita terkait