Komnas HAM Didesak Panggil Prabowo dan Kivlan

  • 7 Mei 2014
komnas ham
Ketua Komnas HAM Siti Noor Laila menggelar konferensi pers, beberapa waktu lalu.

Koalisi Masyarakat Sipil Melawan Lupa mendatangi Komisi Nasional Hak Asasi Manusia tadi siang dan mendesak lembaga negara itu memeriksa Prabowo Subianto dan mantan Kepala Staf Kostrad Mayjen (Purnawirawan) Kivlan Zen.

Kedua figur tersebut diduga mengetahui dan terlibat penculikan 13 aktivis mahasiswa periode 1997-1998 silam.

Sumarsih, ibu Bernardinus Realino Norma Irmawan atau Wawan, mahasiswa yang tewas pada Tragedi Semanggi I, November 1998 silam, menegaskan peran Komnas HAM amat krusial.

“Saya berharap Komnas HAM memiliki tanggung jawab moral untuk mendesakkan penyelesaian kasus-kasus pelanggaran HAM. Pemanggilan Prabowo dan Kivlan bakal menjadi pintu awal penyelenggaraan pengadilan HAM ad hoc,” kata Sumarsih kepada wartawan BBC Indonesia, Jerome Wirawan.

Ketua Komnas HAM, Siti Noor Laila menyatakan bakal segera mengeluarkan keputusan. “Kami masih mendiskusikannya.”

Desakan Koalisi Masyarakat Sipil Melawan Lupa yang terdiri dari Imparsial, Kontras, Setara Institute, Human Rights Working Group, sejumlah keluarga korban tragedi Trisakti, dan keluarga korban tragedi Semanggi tidak lepas dari pengakuan Kivlan Zein dalam beberapa kesempatan, termasuk dalam sebuah diskusi yang berlangsung kemarin.

“Saya nyatakan, saya memang mengetahui. Saya tidak akan mengelak. Namun, saya hanya bersedia bicara di depan panel besar bangsa. Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi dibentuk lagi, kita buka semua. Saya pernah bicara bersedia ke Komnas HAM, tapi saya tidak pernah diundang,” cetus Kivlan.

Saat kerusuhan bergolak pada era 1997-1998, Prabowo menjabat Komandan Kopasus, sedangkan Kivlan merupakan Kepala Staf Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (KOSTRAD) TNI berpangkat Mayor Jenderal.