Virus MERS melanda, jemaah Indonesia tetap berangkat

  • 5 Mei 2014
mers indonesia
Menteri Agama Suryadharma Al, Menko Kesra Agung Laksono, dan Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi memberi keterangan mengenai penanganan MERS.

Pemerintah Indonesia berkukuh tetap memberangkatkan rombongan umroh dan haji tahun ini meskipun Kementerian Kesehatan Arab Saudi mengeluarkan imbauan agar para jemaah umroh dan haji Indonesia menunda keberangkatan mereka guna mencegah penyebaran virus Sindrom Pernapasan Timur Tengah (MERS).

Dalam konferensi pers yang digelar di kantor Kementerian Koordinator bidang Kesejahteraan Rakyat, Senin 5 Mei, Menteri Agama, Suryadharma Ali, menyatakan pemerintah Indonesia akan tetap memberangkatkan rombongan jemaah umroh dan haji tahun ini.

“Untuk menunda keberangkatan jemaah haji dan umroh, Kementerian Agama tergantung dua faktor. Pertama, aturan dari pemerintah Arab Saudi. Kedua, apakah penyebaran (virus-nya) kian meluas, mengalami penurunan, atau landai-landai saja. Kami akan mengambil keputusan berdasarkan dua hal itu, menyesuaikan keadaan,” kata Suryadharma Ali.

Pada acara yang sama, Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi menegaskan pihaknya telah menempuh berbagai langkah demi mencegah penularan MERS terhadap jemaah umroh dan haji Indonesia.

“Pemerintah sudah menyiapkan tenaga medis yang dilatih menangani MERS di 15 embarkasi dan debarkasi. Lalu ada 100 rumah sakit rujukan yang disiagakan. Informasi mengenai MERS dan pencegahannya juga telah disebarkan ke dinas-dinas kesehatan provinsi serta badan penyelenggara umroh dan haji,” kata Nafsiah.

Sejak September 2012 hingga saat ini, virus sindrom pernapasan Timur Tengah (MERS) telah menewaskan 112 orang. Korban terbaru adalah seorang perempuan Mesir berusia 60 tahun.

Lantaran jumlah korban terus meningkat, Menteri Kesehatan Arab Saudi, Adel Faqih, mengimbau kepada kaum lanjut usia, perempuan hamil, dan orang-orang yang menderita penyakit kronis untuk menunda ibadah haji dan umroh mereka tahun ini.

Imbauan itu juga disampaikan kepada jemaah Indonesia.

Di Indonesia, per 30 April lalu, sebanyak 27 orang dicurigai terjangkit MERS. Mereka berasal dari Bali, DKI Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Riau, dan Sumatera Selatan namun semuanya dinyatakan negatif.

Berita terkait