BBC navigation

Hari Buruh: 10 tuntutan buruh

Terbaru  1 Mei 2014 - 10:08 WIB
buruh

Peringatan Hari Buruh di Jakarta dimulai di Bundaran Hotel Indonesia sebelum mereka melakukan long march ke Istana Negara.

Pada Hari Buruh pertama yang dijadikan hari libur nasional sesuai Peraturan Presiden tahun 2013 ini, buruh kembali mengajukan sejumlah tuntutan.

Presiden Konfederasi Serikat Buruh Indonesia, Said Iqbal, mengatakan ada 10 tuntutan yang diusung.

"Di antaranya menaikkan upah minimum 2015 sebesar 30 persen dan kebutuhan hidup layak menjadi 84 item dengan tetap menjaga peningkatan daya beli buruh," kata Said.

Tuntutan buruh

  • Kenaikan upah minimum 2015 sebesar 30%
  • Hapus penangguhan upah minimum
  • Jaminan Pensiun dijalankan per Juli 2015 sesuai UU
  • Gratiskan jaminan kesehatan untuk buruh dan rakyat kecil
  • Cabut UU Ormas ganti dengan UU Perkumpulan
  • Sahkan RUU Pekerja Rumah Tangga dan Revisi UU Pekerja Migran
  • Anggarkan 0,5% APBN untuk buruh
  • Wajib belajar 12 tahun

"Kami juga meminta jaminan pensiun harus ditetapkan pada Juli 2015 karena UU Jaminan Pensiun sudah ada, selain itu hapus outsourcing [alih daya] khususnya di BUMN," tambahnya.

Ia mengatakan masih banyak perusahaan yang tidak mematuhi peraturan menteri tenaga kerja Nomor 19/2013 yang hanya membolehkan lima jenis pekerjaan saja yang boleh dialihdayakan.

Diragukan dipenuhi

"Terutama di BUMN, tidak ada satu pun BUMN yang mengangkat karyawan outsourcing menjadi karyawan tetap atau kontrak langsung dengan BUMN tersebut," tuturnya.

Pengamat perburuhan Hadi Subhan mengungkapkan keraguannya jika tuntutan-tuntutan buruh itu bisa terpenuhi sekaligus.

"Aspirasi buruh itu banyak mulai dari soal upah, status kerja, kesejahteraan, itu tidak bisa dalam satu tuntutan bisa terpenuhi maka advokasi buruh harus terus menerus sesuai momen misalnya menjelang penetapan upah ya biasanya dua bulan menjelang akhir tahun atau BPJS kan tahun depan, ya itu momen-momen perjuangan," kata Hadi.

Kaum buruh Indonesia, bersatulah!

  • demo may day
    Ribuan buruh yang memadati Bundaran Hotel Indonesia dan bergerak menuju Istana Merdeka, Jakarta, menuntut perbaikan kesejahteraan.
  • demo may day
    Unjuk rasa buruh di Jakarta diwarnai pula tuntutan agar calon presiden pada pemilu presiden 2014 bersikap pro buruh.
  • demo may day
    Seorang buruh dari Konfederasi Kasbi menuntut penghapusan sistem kontrak kerja dan outsourcing.
  • demo may day
    Dalam aksinya, buruh juga meminta jaminan pensiun yang harus ditetapkan pada Juli 2015 karena UU Jaminan Pensiun sudah ada.
  • demo may day
    Ribuan buruh mulai memadati bundaran Hotel Indonesia. Mereka menuntut pengesahan RUU Pekerja Rumah Tangga dan Revisi UU Pekerja Migran.
  • demo may day
    Seorang buruh peserta demo di antara spanduk berisi tuntutan penghapusan upah murah dan outsourching.
  • demo may day
    Pemimpin kelompok buruh melakukan orasi di depan massa buruh di dekat Bundaran HI Jakarta.
  • demo may day
    Menggotong baliho bergambar Sukarno dan mendiang Marsinah, kelompok buruh menyuarakan tuntutan kesejahteraan bagi mereka.
  • demo may day
    Belasan wartawan yang tergabung dalam Aliansi Jurnalis Independen, AJI, juga menuntut perbaikan kesejahteraan wartawan.
  • demo may day
    Tuntutan jaminan pensiun bagi buruh juga disuarakan kelompok buruh dalam aksinya di Bundaran HI, Jakarta.

"Jika aspirasi ditumplekkan pada saat May Day tidak efektif karena perjuangan itu harus dipetakan misalnya advokasi regulasi dan advokasi supervisi misalnya outsourcing terhadap semua sektor usaha jadi itu yang harus difokuskan buruh agar perjuangan mereka efektif," tambahnya.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.