Polisi periksa urine pria Australia di pesawat Virgin

  • 26 April 2014
bali
Matt Christopher saat digelandang aparat keamanan di Bandara Ngurah Rai, Bali.

Kepolisian Indonesia menyatakan masih memeriksa urine dan darah pria Australia yang diduga melakukan keonaran di dekat ruangan pilot pesawat Virgin sehingga menyebabkan kepanikan.

Laporan resmi menyebutkan, pria bernama Matt Christopher itu menggedor pintu kokpit sehingga pilot pesawat itu memutuskan untuk mengirim pesan adanya pembajakan.

Seorang pejabat kepolisian menyatakan, kemungkinan dia akan dijerat Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang Keselamatan Penerbangan, karena akibat ulahnya dapat mengancam keselamatan penerbangan itu.

Matt Christopher, warga Australia yang berusia 28 tahun, saat ini dalam pengawasan Polda Bali dan ditempatkan di Rumah Sakit Polri, Denpasar, Bali.

"Saat ini masih proses pemeriksaan, termasuk juga diambil dicek darah dan urine untuk mengetahui apakah dalam keadaan mabuk atau pengaruh alkohol," kata Karo Penmas Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Polisi Boy Rafli Amar.

Menurut Boy, pria yang berulangkali ke Bali itu dapat dijerat UU keselamatan penerbangan, karena ulahnya dapat mengancam keselamatan penumpang, awak dan pesawat itu sendiri.

Pesawat Virgin dengan rute Brisbane-Denpasar itu semula dilaporkan dibajak, tetapi belakangan dipastikan bukan pembajakan melainkan insiden belaka.

'Saya tidak mabuk'

Keterangan polisi menyebutkan, Matt dalam kondisi mabuk berat. Namun seperti dilaporkan sejumlah media, saat diperiksa di Polda Bali, pria itu membantah dalam kondisi mabuk.

"Saya tidak mabuk, saya tidak mabuk," katanya, seperti dikutip sejumlah media Australia.

bali
Matt Christopher diduga membuat keonaran di dekat ruang kokpit pesawat Virgin Australia.

Dia kemudian mengaku cuma mengkomsumsi: "Dua Voltaren (obat penahan sakit), empat Panadol dan dua kaleng Coca-Cola," kata polisi mengutip keterangan Matt Christopher.

Sejumlah laporan menyebutkan, pemeriksaan ini kemudian ditunda karena pria itu dinyatakan belum stabil.

Sementara, Kapolri Jenderal Sutarman pada Jumat (25/04) malam mengatakan, kepolisian kemungkinan akan menjerat Matt Christopher dengan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang Keselamatan Penerbangan.

“Minimal memakai UU Keselamatan Penerbangan. Mungkin ada peraturan lain,” kata Sutarman.