Korban kekerasan seksual di JIS diminta melapor

  • 24 April 2014
JIS
KPAI mengatakan korban mengalami kekerasan sejak bulan Januari 2014.

Komisi Perlindungan Anak Indonesia mengklaim bahwa korban kekerasan seksual di Jakarta International School bertambah menjadi dua orang.

Namun Polda Metro Jaya mengatakan belum menerima laporan dari korban baru tersebut.

Sekretaris Jenderal KPAI, Erlinda, mengatakan bahwa korban yang juga berusia enam tahun itu mengalami kekerasan sejak bulan Januari 2014.

"Dalam laporan ke KPAI ternyata korban kedua ini sudah melapor ke pihak JIS awalnya, tapi JIS hanya memberikan pendampingan psiko-sosial saja, jadi korban merasa ketakutan karena pelaku belum ditangkap," kata Erlinda.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes (Pol) Rikwanto mengatakan belum menerima laporan baru terkait JIS.

"Belum ada laporan dan kami menghimbau agar korban segera melapor agar bisa diinvestigasi," kata Rikwanto.

JIS 'tidak tahu'

Kepala sekolah JIS Timothy Carr dalam diskusi dengan Jakarta Foreign Correspondent Club di Jakarta, Kamis (24/04) mengatakan belum mendapat laporan tentang kasus yang kedua.

"Kami belum menerima pemberitahuan apa pun jadi saya tidak tahu apa-apa tentang hal itu, apakah itu dugaan atau apakah itu nyata, jadi kami akan menangani kasus itu begitu kami menerima laporannya," kata Carr.

Dugaan kekerasan seksual di balik tembok JIS pertama kali muncul setelah seorang ibu melapor ke polisi bahwa anaknya yang bersekolah di TK JIS menjadi korban.

Polisi bergerak cepat dan menangkap dua orang petugas kebersihan sekolah.

Berita terkait