BBC navigation

Kepsek JIS: Kami bekerja sama dengan FBI

Terbaru  23 April 2014 - 17:56 WIB
JIS

William Vahey bekerja di JIS pada 1992 hingga 2002

Kepala Sekolah Jakarta International School, JIS Timothy Carr membenarkan terduga seorang pelaku pedofilia yang sedang diselidiki Biro Penyidik Federal AS (FBI) pernah menjadi guru di JIS selama sepuluh tahun.

"Kami dikabari mengenai penyelidikan ini oleh sekolah internasional di Caracas, Venezuela dan kami langsung menghubungi FBI untuk melakukan verifikasi dan mengkonfirmasi bahwa tersangka memang benar pernah menjadi anggota pengajar di JIS," kata Carr dalam wawancara dengan wartawan BBC Heyder Affan, Rabu (23/04) sore.

Vahey meninggalkan JIS pada pada tahun 2002 dan berdasarkan data FBI, dia melanjutkan ke sekolah internasional di Caracas.

"Kasus ini sepenuhnya di ranah FBI. Kami bekerja sama penuh dengan mereka dan pada saat yang sama kami juga fokus pada kasus yang sekarang sedang kami hadapi dan penutupan program pendidikan usia dini kami," tambah Carr.

Sekolah tempat Vahey mengajar

American Nicaraguan School, Managua, Nikaragua 2013 sampai Maret 2014
Southbank International School, London,Inggris 2009-2013
Escuela Campo Alegre, Caracas, Venezuela 2002-2009
Jakarta International School, Jakarta, Indonesia 1992-2002
Saudi Aramco Schools, Dhahran, Arab Saudi 1980-1992
American Community School, Athena, Yunani 1978-1980
Passargad School, Ahwaz, Iran: 1976-1978
American School of Madrid, Madrid, Spanyol 1975-1976
American Community School of Beirut, Beirut, Lebanon 1973-1975;
Tehran American School, Teheran, Iran: 1972-1973.

Kepolisian Indonesia mengharapkan, korban pelaku pedofilia di Jakarta International School, JIS melaporkan kasusnya, menyusul temuan FBI bahwa salah-seorang mantan guru di sekolah internasional tersebut diduga pelaku pedofil.

"Harapannya memang seperti itu, agar bisa disampaikan kepada Polda Metro Jaya untuk dilakukan proses hukum," kata Karo Penmas Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Pol Boy Rafli Amar, Rabu (23/04) siang, kepada wartawan BBC Indonesia, Heyder Affan.

Menurutnya, informasi tersebut dibutuhkan untuk mengungkap kasus tersebut. "Tanpa (informasi dari korban) itu, tidak bisa dimaksimalkan penyidikannya," kata Boy.

Mabes Polri sejauh ini belum menerima permintaan FBI terkait tindak lanjut penyelidikan kasus ini, menurutnya.

Sebelumnya, Biro Penyidik Federal AS (FBI) meminta bantuan publik untuk mengidentifikasi sedikitnya 90 orang yang diduga menjadi korban pelaku pedofilia yang pernah bekerja di sedikitnya 10 sekolah Amerika dan intenasional di dunia selama 40 tahun.

Terduga pelaku, William James Vahey, yang berusia 64 tahun, tewas akibat bunuh diri pada 21 Maret, kata FBI.

Guru JIS

Berdasarkan catatan FBI, Vahey pernah menjadi guru di Jakarta International School mulai 1992 hingga 2002, selain sejumlah sekolah internasional di sejumlah negara sejak 1972.

Menurut FBI, pihaknya menyimpulkan James Vahey terlibat kasus pedofilia setelah menemukan bukti berupa foto-foto porno para siswa lelaki berusia 12-14 tahun yang dia abadikan sendiri.

"Sebuah USB milik Vahey yang diberikan kepada FBI mengungkap foto-foto porno anak-anak lelaki berusia antara 12 hingga 14 tahun dalam kondisi tertidur atau tidak sadarkan diri," tulis FBI dalam situs resminya.

Foto-foto itu, menurut FBI, diberi lokasi dan tanggal yang merujuk pada tempat-tempat di mana dia pernah mengajar.

FBI menyatakan, Vahey mengaku telah melakukan pelecehan seksual kepada anak-anak lelaki selama hidupnya dan dia memberi mereka obat tidur sebelum melakukan aksinya.

Kasus ini mengemuka di tengah penyelidikan Klik dugaan kekerasan seksual terhadap seorang siswa taman kanak-kanak JIS yang melibatkan petugas kebersihan sekolah itu.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.