Pemungutan suara ulang di NTT dan Papua

  • 14 April 2014
Pemilu
Lima distrik di Kabupaten Yahukimo belum melakukan pemungutan suara.

Pencoblosan ulang dan pemilu susulan dilakukan di 32 TPS di NTT dilakukan karena surat- suara di TPS yang tersebar di pada 9 April lalu kurang atau tertukar.

KPU Daerah mengatakan pemungutan suara susulan dilakukan di 6 TPS di Kabupaten Sikka yang pada 9 April lalu tidak melakukan pencoblosan karena suara suara tertukar, seperti disampaikan KPUD NTT.

Juru Bicara KPU NTT, Maryanti Luturmas Adoe, menjelaskan di TPS lainnya pemungutan suara ulang dilakukan karena surat suara tertukar dengan daerah pemilihan lain dan ada juga yang kurang jumlahnya.

"Untuk enam TPS di Kabupaten Sikka sudah diketahui sejak tanggal 8 April, jika surat suaranya tertukar jadi tidak dilakukan pemungutan suara pada 9 April, kemudian ada juga TPS yang melakukan pemungutan suara lanjutan karena jumlah suaranya setelah dihitung kembali ternyata kurang," jelas Maryanti kepada wartawan BBC Indonesia, Sri Lestari.

Maryanti mengatakan lokasi TPS yang jauh dari kota Maumere, Sikka membuat tambahan surat suara tak sampai tepat waktu.

Pencoblosan ulang pada Senin (14/04) dilakukan di 25 TPS di Kabupaten Sikka, 5 TPS di Flores Timur, 1 TPS di Sumba Timur dan 1 TPS di Timor Tengah Utara.

Kendala logistik

Sementara itu di Kabupaten Yahukimo, Provinsi Papua masih ada lima distrik yang belum menggelar pemilu, karena kendala pengiriman logistik.

Komisoner KPU Arief Budiman mengatakan pengiriman logistik ke lima distrik di Yahukimo terkendala masalah cuaca.

"Sudah terkirim semua, yang terakhir lima itu ditunda besok, karena cuacanya buruk jadi baru terkirim kemarin, di 15 distrik sudah selesai dan sudah dilaporkan di tingkat distrik," kata Arief.

Pencoblosan ulang juga dilakukan di enam TPS di Wamena, Kabupaten Jayawijaya.

Wartawan setempat Angel Bertha melaporkan sekitar 3.000 pemilih yang belum melakukan pemungutan suara.

Ketua KPU Papua, Adam Arisoy, mengatakan pencoblosan ulang salah satunya berangsung di TPS 15 Sinakma karena pencoblosan 9 April lalu dilakukan oleh petugas pemungutan suara dengan memilih satu partai tertentu.

Pemungutan suara dilakukan atas rekomendasi Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Jayawijaya. Tetapi KPUD Papua mengatakan belum mengetahui waktu pencoblosan ulang di Wamena karena surat suara masih dicetak di Jakarta.