Pencoblosan di Kabupaten Yahukimo dan Sikka ditunda

  • 9 April 2014
Pemilih
Para pemilih tampak antusias mendatangi TPS termasuk di Bali ini.

Setidaknya tiga kabupaten, dua di Provinsi Papua dan satu di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), tidak dapat melaksanakan pemungutan suara serentak karena kertas suara belum tiba.

Dua kabupaten di Provinsi Papua itu adalah Kabupaten Yahukimo dan Kabupaten Supiori. Di Kabupaten Yahukimo, baru 14 distrik dari 51 distrik yang logistiknya telah sampai di tingkat kecamatan dan melangsungkan pemungutan suara hari Rabu ini (09/04).

"Sisanya di 37 distrik pencoblosan akan dilaksanakan pada tanggal 12 mendatang," kata Ketua KPU Provinsi Papua Adam Arisoy melalui sambungan telepon.

Sore ini, kertas suara dan kotak suara baru akan dikirim ke Yahukimo.

"Kendalanya ya karena itu di pegunungan, tidak ada pesawat. Pesawat-pesawatnya dipakai oleh kabupaten-kabupaten lain." jelas Adam Arisoy.

"Alasan kedua, pemenang tender pengangkutan baru diumumkan tanggal 1 April kemarin."

Adapun di Kabupaten Supiori pemungutan suara tidak dapat dilangsungkan di Kepulauan Mapia, salah satu pulau terluar dari Provinsi Papua, karena kapal yang seharusnya mengangkut logistik pemilu mengalami kerusakan.

Dapil tertukar

Kapal akan berangkat sore ini dan menempuh perjalanan sekitar lima jam. Pencoblosan kemungkinan juga baru akan dilaksanakan tiga hari mendatang.

Jumlah pemilih di Kabupaten Yahukimo, menurut Adam Arisoy, mencapai 252.000 orang.

Kegagalan mencoblos serentak juga dialami oleh para pemilih di setidaknya enam tempat pemungutan suara di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur.

"Kekurangan surat suara secara umum diketahui sebelum pencoblosan dan karena itu ada enam TPS ditunda sampai surat suara ditambah," kata Bupati Sikka, Yos Ansar Rera, kepada wartawan BBC Indonesia, Rohmatin Bonasir.

Selain kekurangan kertas suara, pengiriman surat suara ke TPS tidak mulus.

"Dalam perjalanan ke TPS, kertas suara tertukar antar dapil (daerah pemilihan). Yang kedua, di dalam peti itu ada yang kurang surat suaranya sehingga ada yang harus dilengkapi lagi."

Bupati Sikka Yos Ansar Rera menceritakan bahwa animo masyarakat untuk memilih tinggi di wilayahnya.

"Masyarakat berbondong-bondong datang ke TPS. Sekarang yang mereka belum memulai, mereka marah-marah. Lalu kita menenangkan mereka untuk bersabar," tuturnya.

Berita terkait