Pemilu bisa tertunda di Papua

  • 8 April 2014
indonesia
KPU mengklaim 99% urusan logistik pemilu rampung.

Komisi Pemilihan Umum provinsi Papua menyatakan sejumlah distrik di dua kabupaten masih belum mendapat logistik pemilu sehingga pemungutan suara kemungkinan bisa ditunda.

Ketua KPU provinsi Papua, Adam Arisoy, mengatakan kabupaten Duga dan Yahukimo hanya bisa cepat diakses lewat jalur udara karena melalui jalur darat perjalanan bisa memakan waktu hingga tiga hari.

Namun, transportasi mengalami kendala karena perusahaan pemenang tender distribusi tidak siap menyediakan pesawat.

"Pemenang tender baru ditentukan 1 April kemarin, sehingga mereka menyatakan belum siap," katanya kepada wartawan BBC Indonesia, Christine Franciska, melalui sambungan telepon.

"Kalau sudah jam begini pesawat sudah tidak bisa terbang lagi karena kabut. Kemungkinan ( pemilu) tertunda," sambung Adam.

KPU Papua mencatat ada empat distrik di Duga dan 35 distrik di Yahukimo belum mendapat pasokan.

Yakin serentak

Sementara itu di Kalimantan Timur, distribusi kertas suara untuk 2,8 juta pemilih sedang disebarkan dari tingkat kecamatan ke TPS-TPS setempat pada Selasa (08/04).

Syamsul Hadi, Divisi Logistik KPU Kalimantan Timur mengatakan transportasi ke daerah-daerah pelosok, khususnya daerah-daerah perbatasan memang menjadi kendala.

Namun dia yakin, seluruh keperluan logistik bisa tepat waktu dan warga bisa mencoblos esok hari.

Dalam lingkup nasional, Komisi Pemilihan Umum (KPU) pusat mengklaim pendistribusian kertas dan bilik suara untuk pemilu legislatif sudah hampir selesai.

"Sampai malam kemarin, logistik sudah 99,9% selesai. Hambatan transportasi saja, kalau produksi kertas suara cepat sekali," kata Komisioner KPU Arief Budiman di Jakarta.

Hingga Selasa (08/05) siang, pihaknya masih menargetkan bahwa pemilu berlangsung serentak di seluruh wilayah Indonesia.

Berita terkait