BBC navigation

Pusat Keamanan dibuka, pembinaan narapida 'harus efektif'

Terbaru  8 April 2014 - 04:11 WIB
IPSC

SBY resmikan kawasan Pusat Perdamaian dan Keamanan.

Keberadaan Pusat Perdamaian dan Keamanan di Sentul, Jawa Barat, yang di antaranya terdapat fasilitas deradikalisasi dipertanyakan keefektivannya.

Pengamat masalah terorisme Noor Huda Ismail menyambut baik peresmian pusat tersebut khususnya bila menyangkut pelatihan dan pengembangan riset.

Akan tetapi dia menyangsikan keefektivan fasilitas deradikalisasi terorisme.

"Apakah para napi akan dipisah (sel-nya) atau dicampur? Kalau dicampur, napi lain akan cenderung merekrut kalau dipisah mereka akan konsolidasi," kata Noor Huda Ismail.

Ketika para narapidana teroris berada di penjara, komitmen mereka terhadap ideologi menguat karena adanya kesempatan untuk mengembangkan ideologi, ungkapnya.

Hal ini ia dapatkan dari riset yang ia lakukan dengan mengunjungi 12 penjara di seluruh Indonesia.

"Namun ada juga yang ingin tobat dan memulai hidup baru, Klik tetapi tidak ada cukup alternatif (kehidupan) yang mereka dapatkan," tambah Noor Huda.

Menurut Noor Huda, solusinya adalah menciptakan program yang berkesinambungan.

Perdamaian

Pusat Perdamaian dan Keamanan Dunia atau disebut juga dengan Indonesia Peace and Security Center (IPSC) di Sentul, Bogor, Jawa Barat, diresmikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono Senin (07/04).

Dalam acara yang dihadiri oleh Wakil Presiden Boediono dan sejumlah menteri kabinet, SBY menjelaskan pentingnya Indonesia memiliki IPSC.

"Setelah kita memiliki institusi ini, maka Indonesia akan dapat memberikan kontribusi yang lebih besar bagi pemeliharaan perdamaian dan keamanan internasional," tutur SBY.

Kawasan yang dibangun di atas tanah seluas 261 Hektar ini terdiri dari Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP) TNI, Pusat Pasukan Siaga TNI, Pusat Pelatihan Penanggulangan Terorisme dan Deradekalisasi, Pusat Pendidikan dan Pelatihan Penanggulangan Bencana, Pusat Pengembangan Bahasa, Universitas Pertahanan (Unhan) dan Pusat Olahraga Militer.

Pembangunan kawasan tersebut memakan Rp1,643 triliun yang didapatkan dari dana Anggaran Kementerian Pertahanan dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan,

Link terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.