Terpidana mati di RI 'tak tahu tanggal eksekusi'

  • 27 Maret 2014
Hukuman mati
Hukuman mati di dunia meningkat 15 persen, kata Amnesty

Indonesia termasuk salah satu dari lima negara dimana terpidana mati, keluarga dan pengacara mereka tidak diberi tahu mengenai eksekusi matinya, ungkap sebuah laporan Amnesty Internasional yang dikeluarkan Rabu (26/03).

Sepanjang tahun 2013, Indonesia mengeksekusi lima orang terpidana.

Laporan tahunan mengenai hukuman mati ini dikeluarkan Amnesty International di seluruh dunia karena hak hidup adalah hak manusia yang paling mendasar.

Selain itu Amnesty juga mengemukakan tidak ada korelasi antara hukuman mati dengan menurunnnya angka kriminalitas.

Menanggapi laporan Amnesty ini, Bhatara Ibnu Reza, peneliti Imparsial, sebuah lembaga sosial masyarakat yang mengawasi pelanggaran Hak Asasi Manusia di Indonesia, mengatakan laporan ini senada dengan hasil penelitian Imparsial yang dilakukan sejak tahun 2010.

Bhatara menjelaskan hal tersebut melanggar undang-undang Indonesia yang menyatakan terpidana hukuman mati memiliki hak untuk mengetahui putusan itu telah memiliki kekuatan hukum tetap.

"Bagi kita, adalah sangat penting bagi pemerintah untuk memperhatikan tata cara yang dibuat oleh pemerintah. Sehingga tidak lagi hak untuk hidup dari terdakwa atau terpidana dikurangi, terlebih lagi ada pelanggaran secara prosedural dari hak terpidana tersebut," kata Bhatara kepada BBC Indonesia.

Abolisi hukuman mati

Terkait dengan kasus hukuman mati yang dijatuhkan pengadilan Arab Saudi terhadap tenaga kerja wanita asal Indonesia Satinah, Bhatara menganggap Indonesia tidak memiliki dasar untuk menghadapi negara yang mempidanakan hukuman mati karena Indonesia juga menerapkan hukum yang sama.

"Satu-satunya cara untuk Indonesia bisa berdiri tegak dan berbicara kepada negara-negara tersebut adalah dengan melakukan abolisi," jelas Bhatara.

Sementara itu, selain Indonesia, empat negara lain yang juga tidak memberi tahu terpidana hukuman mati mengenai eksekusi adalah Jepang, Malaysia, Sudan Selatan dan India.

Laporan Amnesty juga menjelaskan jumlah hukuman mati di seluruh dunia meningkat 15% selama 2013 dan lima negara dengan eksekusi terbanyak adalah Iran, Irak, Arab Saudi, Cina dan Amerika Serikat.

Berita terkait