Radius bahaya Gunung Kelud 5 km

  • 11 Februari 2014
kelud
Warga diminta tidak panik dengan isu erupsi

Peningkatan aktivitas Gunung Kelud menjadikan status gunung itu naik menjadi Siaga (level III).

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menetapkan radius bahaya 5 km.

"Direkomendasikan pendaki, wisatawan, dan masyarakat tidak mendekati puncak kawah Gunung Kelud," kata Kepala Pusat Data dan Informasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana Sutopo Purwo Nugroho dalam keterangan tertulis.

Peningkatan aktivitas itu terdeteksi dari jumlah kegempaan vulkanik dan data suhu air panas di kawah gunung.

PVMBG pun mengeluarkan sejumlah rekomendasi, termasuk meminta masyarakat di sekitar Gunung Kelud agar tidak panik dan tidak terpancing isu-isu tentang erupsi.

Rawan bencana

Sejumlah daerah pun ditetapkan sebagai kawasan rawan bencana.

Kawasan Rawan Bencana III dalam radius 2 km dari pusat erupsi. Ancaman di kawasan ini adalah awan panas, gas racun, lahar letusan, aliran lava, dan kawasan yang sangat berpotensi tertimpa lontaran batu (pijar) dan hujan abu lebat.

Kawasan Rawan Bencana II (KRB II) dalam radius 5 km. Kawasan yang berpotensi terlanda awan panas, aliran lava, dan lahar letusan, serta kawasan yang berpotensi tertimpa lahar hujan dan hujan abu lebat.

BNPB mengatakan ada sekitar 100 orang warga yang tinggal di desa sekitar 5 km dari pusat erupsi.

Pengungsi Sinabung

Sementara itu masa tanggap darurat bencana Gunung Sinabung diperpanjang hingga 15 Februari.

Saat ini terdapat 32 ribu orang pengungsi di 42 titik. PVMBG merekomendasikan 15 desa dan 2 dusun masih harus tetap mengungsi.

Sedangkan warga yang tinggal di luar desa tersebut dapat kembali ke tempat tinggal masing-masing dan beraktivitas di luar radius 5 km dari kawah gunung.

Pemulangan pengungsi akan dilakukan dalam beberapa tahap.

Berita terkait