Jelang pengumuman pembebasan bersyarat Corby

  • 7 Februari 2014
Corby
Jika dibebaskan bersyarat, Corby baru bisa kembali ke Australia pada 2017

Menteri Hukum dan HAM Amir Syamsuddin hari Jumat (07/02) direncanakan akan mengumumkan keputusan tentang pembebasan bersyarat Schapelle Corby.

Corby, warga negara Australia yang divonis 20 tahun penjara pada 2005 karena membawa 4,1 kilogram mariyuana ke Indonesia, saat ini dipenjara di Kerobokan, Bali.

Pada 2010, Corby meminta keringanan hukuman dengan mencantumkan alasan gangguan mental.

Tahun 2012, pemerintah Indonesia telah mengurangi hukuman Corby lima tahun.

Pada hari Rabu, Amir Syamsuddin mengatakan dokumen pembebasan Corby akan ditandatangani sebelum hari Jumat.

Jika bebas, maka ia kemungkinan baru bisa menghirup udara bebas pekan depan karena ada prosedur birokratik yang harus diikuti.

Corby, 35, harus menetap di Bali dan tidak bisa kembali ke Australia hingga 2017.

Ia dilaporkan akan tinggal dengan kakaknya, Mercedes, yang tinggal di Bali.

Sementara itu, kantor berita AFP melaporkan sejumlah televisi dan surat kabar Australia berlomba untuk mendapatkan wawancara ekslusif dengan Corby pasca dibebaskan.

Bayaran yang ditawarkan dikabarkan berkisar antara Aus$1 juta (Rp10,7 miliar) hingga Aus$3 juta.

Berita terkait