BBC navigation

Korban banjir dan longsor di Kudus bertambah

Terbaru  25 Januari 2014 - 12:32 WIB
Banjir Jateng

Curah hujan tinggi dan cuaca ekstrim sudah diramalkan tahun lalu di Jateng.

Korban tewas akibat longsor di Desa Menawan Kecamatan Gebok, Kudus bertambah menjadi delapan orang setelah dilakukan pencarian sepanjang Jumat (24/01), tetapi masih empat lainnya dinyatakan hilang.

Para korban tengah berada di dalam rumah saat hujan deras menimpa desa mereka yang terletak di kaki bukit setempat.

Longsor menimbun beberapa rumah dengan kedalaman hingga empat meter lumpur, kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kudus, Jumadi.

"Karena lokasinya terpencil, jalan tidak cukup stabil kita tidak bisa gerakkan alat barat. Jalan satu-satunya ya digali dengan tenaga manusia," kata Jumadi kepada Dewi Safitri dari BBC Indonesia.

Sepanjang Jumat puluhan relawan yang terdiri dari pasukan SAR, tentara, mahasiswa, warga dan kelompok penyelamat kiriman beberapa perusahaan di Kudus menggunakan semprotan air kapasitas besar untuk meluruhkan endapan lumpur.

"Disamping ada hujan deras sekali kemarin, jadi kita semprot dan mulai kelihatan ada bagian tubuh korban lalu kita gali, demikian seterusnya," tambah Jumadi.

Tim berharap hari ini seluruh korban dapat ditemukan agar gerak relawan dapat dialokasikan ke tempat lain yang juga membutuhkan tenaga.

Banjir menggenangi enam kecamatan di Kudus dan hingga Sabtu (25/01) sudah terdapat hampir 14 ribu pengungsi yang diperkirakan akan bertambah karena curahan hujan lebat yang diprediksi akan terus terjadi sepanjang akhir pekan ini.

'Terlambat'

Banjir dan longsor di Jawa Tengah tahun ini disebut-sebut 'belum pernah terjadi sebelumnya' dalam skala luasan maupun korbannya.

Air menggenangi sebagian wilayah Demak, Kudus, Jepara, Pati dan dilaporkan pula di sebagian wilayah ibukota di Semarang.

Luasan wilayah bencana dan terbatasnya sarana evakuasi diakui Gubernur Ganjar Pranowo Klik menghambat pemberian bantuan pada korban.

"Memang betul (ada keterlambatan). Kita menyadari itu, karena kita tak mengira kalau curah hujannya cukup tinggi. Kita akui respon kita terhadap bencana memang tidak menentu.

"Perahu karet kita kekurangan banyak, maka hari ini datang bantuan-bantuan dari kabupaten kota sekitarnya termasuk dari Jakarta dan dari berbagai perusahaan yang beroperasi di Jawa Tengah," kata Ganjar pada BBC.

Korban banjir

Puluhan ribu orang mengungsi akibat banjir yang diklaim terburuk dalam 10 tahun.

Mobilisasi bantuan menurut Ganjar sangat terhambat akibat putusnya sejumlah titik jalan darat akibat genangan air maupun longsor.

Karena itu peran perahu karet dianggap sangat penting.

Hardi Winoto yang tinggal di Semarang beberapa kali nekat memasuki wilayah genangan banjir tinggi di Desa Dorang Kecamatan Nalumsari, Jepara yang direndam banjir sejak Sabtu (18/01) dini hari.

Bersama sejumlah relawan lokal ia menggunakan perahu dari batang pisang karena tak ada laternatif lain.

"Kalau menunggu tim penyelamat terlatih tidak ada, bakal lama. Karena di lokasi lain juga banyak bencana, kita maklumi.

"Di desa ini banyak anggota keluarga kami, sudah lima hari tidak ada listrik, tidak ada api, "tambahnya.

Menurut data BPBD Jawa Tengah sedikitnya saat ini terdapat hampir 40 ribu pengungsi di lima kabupaten yang dilanda banjir.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.