Tersangka teroris ditangkap di Surabaya

  • 21 Januari 2014
Densus 88
Salah satu tersangka ditangkap Densus 88 di sebuah rumah di kawasan Kenjeran, Surabaya.

Polisi mengumumkan penangkapan dua tersangka aksi teror di Surabaya, Jawa Timur, pada Senin malam, kata seorang pejabat Mabes Polri.

Dua tersangka tersebut menurut polisi berencana melakukan serangan ke sejumlah lokasi di Surabaya, termasuk pusat prostitusi dan pos polisi di ibukota Jawa Timur itu.

Setelah penangkapan ini, polisi mengatakan pasukan Gegana melakukan penggeledahan ke tempat tinggal kedua tersangka dan mengklaim menemukan serangkaian alat serta bahan yang diduga akan dipakai sebagai bom.

"Petugas menemukan dua buah bom, keduanya rakitan, yang berhasil diamankan tim Gegana," kata Brigadir jendral (Pol) Boy Rafly Amar dalam sebuah agenda jumpa pers di Mabes Polri.

"Beberapa barang bukti lainnya, ada tas ransel kemudian peralatan yang diduga kuat dipakai untuk merakit bahan peledak ini.

"Bendera warna hitam, telepon genggam, timer digital, sakelar, transmiter, lampu 12 Volt, sumbu api, lem besi, multi tester, solder," tambah Boy menjelaskan temuan aparat.

Kedua tersangka diduga merupakan peserta pelatihan aksi teror di Poso, Sulawesi Tenggara, dan pernah bersinggungan dengan salah satu buron teror polisi yang paling diburu, Santoso.

"Setelah dilakukan penyisiran terhadap tempat pelatihan di Poso ini, banyak diantara mereka yang melarikan diri meninggalkan Poso. Antara lain ada yang lari ke Jawa Timur," tambah Boy Rafly.

Dalam upaya penangkapan lain, terakhir pasukan antiteror Densus 88 menangkap dan menembak mati sekelompok orang yang diduga merencanakan serangan ke sebuah vihara dan Kedutaan besar AS di Jakarta.

Meski penangkapan terjadi cukup rutin, jaringan teror diduga terus tumbuh.

Hal ini ditandai dengan munculnya berbagai kasus perampokan toko emas, bank maupun anjungan tunai mandiri (ATM) yang diduga merupakan kegiatan pengumpulan modal 'perjuangan' fai kelompok teror.

Berita terkait