BMKG: Potensi cuaca ekstrem Indonesia hingga Februari

  • 17 Januari 2014
banjir manado
Banjir Manado menelan 16 korban jiwa

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika memperkirakan cuaca ekstrem seperti curah hujan yang tinggi dan disertai petir masih akan terjadi di beberapa wilayah di Indonesia hingga beberapa minggu ke depan.

Kukuh Ribudianto, Kepala Sub bidang Cuaca Ekstrem BMKG, mengatakan terdapat pertemuan angin di atas wilayah utara pulau Jawa dan Sumatera bagian selatan.

"Potensi hujan yang cukup lebat cenderung terjadi di wilayah ini. Di daerah Pantura masih akan terus berlangsung hingga pertengahan Februari nanti," kata Kukuh kepada wartawan BBC Arti Ekawati, Jumat (17/10).

Selain wilayah ini, Kukuh mengatakan terdapat potensi terjadinya siklon tropis yang mengakibatkan curah hujan tinggi di beberapa wilayah di Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur dengan intensitas lebih dari 50mm.

Ia melanjutkan, berdasarkan citra satelit, curah hujan yang ekstrem juga berpotensi terjadi di Sulawesi bagian tengah dan selatan, Kalimantan bagian selatan, Ambon dan wilayah kepulauan di selatan Papua.

"Masyarakat masih harus waspada terjadinya curah hujan yang ektrem," kata Kukuh.

Waspada banjir

Sementara di wilayah Jabodetabek, Kukuh mengatakan potensi terjadinya hujan ekstrem harian di Jabodetabek masih terlihat hingga "akhir Januari dan awal Februari. Warga Jabodetabek yang di daerah banjir masih harus waspada turunnya hujan yang lebat," kata Kukuh.

Hujan yang terus menerus di Jakarta dan sekitarnya telah menyebabkan sebagian debit sungai-sungai yang mengalir ke Jakarta naik.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, mengatakan dalam pesan singkat bahwa pada pukul 11.00 wib, hulu Sungai Ciliwung di Katulampa terukur 160 cm atau Siaga 2.

Di Depok tinggi muka air menyentuh 260 cm (Siaga 2) pada pukul 12.40 Wib. Sungai-sungai yang lain seperti Sungai Pesanggrahan, Cipinang Hulu, Pulogadung, dan Krukut masih normal (Siaga 4) sedangkan yang lain Siaga 3.

Naiknya status Siaga 2 di bagian hulu dan tengah Sungai Ciliwung yaitu di Katulampa dan Depok maka diperkirakan akan menyebabkan potensi banjir di bantaran sungai kiri kanan Sungai Ciliwung meliputi Rawajati, Kalibata, Pengadegan, Gang Arus/Cawang, Kebon Baru, Bukit Duri, Bidara Cina, dan Kampung Melayu.

"Warga dihimbau untuk selalu waspada banjir yang akan datang sekitar 6 jam kemudian," kata Sutopo.