Pemerintah waspadai penularan H7N9 pada TKI Hong Kong

  • 4 Desember 2013
flu burung
Pemerintah Hong Kong menghentikan impor ayam dari Shenzen, Cina

Kementerian Kesehatan menyatakan meminta Konsulat Jendral Indonesia di Hong Kong agar memberikan peringatan tentang risiko penularan penyakit flu burung tipe H7N9.

Pada hari Selasa (03/12) Departemen Kesehatan Hong Kong mengumumkan bahwa seorang warga negara Indonesia menjadi pasien pertama H7N9 di sana.

Dalam pernyataan resminya, Departemen Kesehatan Hong Kong menyatakan seorang pembantu rumah tangga perempuan asal Indonesia dinyatakan positif terinfeksi virus H9N7 setelah diketahui bepergian ke Shenzhen dan membeli serta mengolah ayam dari kota di Cina itu.

Ia masuk ke rumah sakit Tuen Mun pada 27 November dan dipindahkan ke RS Queen Marry pada 30 November dan kondisinya kritis.

Pasien dilaporkan dalam keadaan kritis dan keluarga yang mempekerjakannya telah dikarantina untuk memastikan tidak tertular penyakit mematikan ini.

"Kita tidak tahu bagaimana lingkungan sosial korban seelumnya, apakah banyak keluar rumah, mungkin bertemu TKI lain, apakah ada risiko penularan juga," kata Dirjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan, Dr Tjandra Yoga Aditama kepada Dewi Safitri dari BBC Indonesia.

"Kami sudah berkomunikasi dengan KJRI kita di sana, kita minta warga kita diperingatkan, diberi penyuluhan," tambah Tjandra.

Notifikasi WHO

Meski bahan-bahan penyuluhan tersedia di situs resmi Kementrian menurut Tjandra tetap dikirim sejumlah materi informasi tentang bagaimana menghindari dan tindakan yang diambil bila merasa sakit.

"Meski demikian kita belum secara resmi mendapat notifikasi dari WHO (soal kasus ini) karena hanya mereka kan yang bisa kasih konfirmasi," kata Tjandra.

Ia menduga kasus ini akan banyak disinggung pada agenda rutin konferensi jarak jauh antar pejabat Kementerian Kesehatan berbagai negara yang akan dilangsungkan sore ini.

Indonesia sendiri menurutnya tak akan melakukan pengubahan prosedur keluarga masuk negara, setelah muncul kasus flu burung terbaru ini.

Munculnya kasus flu burung dengan subtipe H7N9 ini pada manusia adalah yang pertama di Hong Kong setelah ratusan kasus muncul di Cina dan satu kasus di Taiwan.

Menurut catatan Badan Kesehatan Dunia (WHO), hingga Oktober sedikitnya sudah terjadi 137 kasus penularan 45 diantaranya berakhir kematian.

Populasi TKI di Hong Kong mencapai 150 ribu jiwa, sebagian besar perempuan yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga.

Pemerintah Hong Kong telah meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran H7N9 ini dari tingkat “alert” (waspada) ke tingkat “serious” (serius).