Kasus tersengat listrik, PLN tunggu polisi

  • 30 Oktober 2013
listrik
Sebelumnya, kabel listrik yang terkelupas juga sempat menewaskan satu orang di depan RS Budi Asih, Jakarta Timur.

Perusahaan Listrik Negara masih menunggu hasil penyelidikan kepolisian terkait kasus tewasnya dua bocah berusia 10 tahun akibat sengatan listrik di Duren Sawit, Jakarta Timur.

Deputi Manager Komunikasi PLN Distribusi Jakarta dan Tangerang Roxy Swagerino mengatakan pihaknya menduga bahwa kebocoran listrik yang terjadi disebabkan oleh sambungan kabel liar.

"Saat dicek sengatan listrik itu karena sambungan kabel liar berwarna putih. Kami sudah amankan kabel itu. Tetapi hari ini polisi masih akan melakukan penyelidikan, sehingga kami masih tunggu hasilnya, karena mungkin penyebabnya bukan itu saja," kata Roxy melalui telepon kepada wartawan BBC Indonesia, Christine Franciska.

Seperti dilaporkan sejumlah media, lima bocah tersengat listrik di Duren Sawit, Jakarta Timur, Selasa (29/10) kemarin. Dua diantaranya, berusia 10 tahun, tewas karena sengatan itu.

Aliran listrik diduga berasal dari kabel besar milik PLN yang berhubung dengan tiang besi yang menempel dengan tiang pagar.

Satu korban tewas, Tasya (10), tersengat ketika sedang memegang pagar tersebut, sedangkan empat orang temannya tersengat ketika hendak menolong.

"Ketika saya datang, empat anak sudah tergeletak, sedangkan yang satu lagi lari untuk minta tolong," kata seorang saksi seperti dikutip Tempo.

Pemeliharaan rutin

Insiden ini terjadi disaat hujan dan cuaca buruk melanda sebagian besar wilayah Jakarta.

Roxy mengaku pihaknya selalu melakukan inspeksi jaringan dan pemeliharaan rutin terhadap sambungan kabel di seluruh wilayah.

Sementara itu, tingkat pencurian listrik di Jakarta diklaim masih tinggi, dan pihaknya meminta masyarakat untuk memakai listrik dengan baik dan benar untuk mencegah kecelakaan.

"Bagi warga yang melihat kabel-kabel listrik yang terbuka, bisa segera lapor ke contact center 123 atau kantor PLN terdekat, kami akan langsung tindak lanjuti," sambungnya.

Kabel listrik yang terkelupas juga sebelumnya menewaskan seorang remaja di dekat RS Budi Asih, Jakarta Timur.

Fahmi bin Wawan Setiawan (17) tewas pada pertengahan September lalu karena sengtan listrik dari kabel yang terkena genangan air.

Dikeluhkan warga

Ketua Yayasan Perlindungan Konsumen Indonesia, Tulus Abadi, mengatakan infrastruktur PLN memang menjadi salah satu keluhan yang kerap dilaporkan warga.

"Secara umum sejak sepuluh tahun terakhir, keluhan tentang listrik berada pada lima keluhan teratas. Yang dominan memang soal pemadaman, kualitas tegangan listrik, dan juga keluhan lain termasuk infrastruktur, tiang kabel yang miring atau kabel listrik yang pemasangannya tidak betul," katanya.

Dia mengatakan selain dilakukan pemeliharaan rutin, PLN seharusnya berkoordinasi lebih intensif dengan pemerintah daerah untuk menghindari terulang kembali insiden ini.

"Harus ada sinergi dengan pemda, tidak bisa mutlak ke PLN saja, karena beberapa infrastruktur dikelola pemda, misalnya penerangan jalan umum karena dia yang memungut pajak penerangan jalan umum.

Berita terkait