Jokowi resmikan pembangunan MRT

  • 10 Oktober 2013
jakarta_mrt_jokowi
Joko Widodo berharap MRT menjadi moda tranportasi unggulan di Jakarta.

Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo mengatakan pembangunan MRT tahap pertama akan selesai pada kuartal pertama tahun 2018.

Saat meresmikan dimulainya pembangunan MRT hari Kamis (10/10) di kawasan Dukuh Atas, Joko Widodo memperkirakan satu rangkaian MRT akan mampu mengangkut hingga 1200 orang.

"Kalau sekali angkut bisa 1200 orang, ini tidak sedikit dan jarak antar kereta sekitar lima menit ya kita akan bisa duduk nyaman nanti akan 16 rangkaian, total gerbongnya ada 96," kata Joko Widodo.

Gubernur yang akrab disapa dengan Jokowi ini juga mengatakan bahwa pemerintah DKI Jakarta menargetkan penyelesaian proyek pembangunan MRT tahap pertama yang menghubungkan Bundaran HI dengan Lebak Bulus akan selesai pada kuartal pertama tahun 2018.

Dalam sambutannya Joko Widodo mengatakan proyek pembangunan MRT telah tertunda selama 24 tahun.

"Sudah 24 tahun warga Jakarta mimpi pengen punya MRT, mungkin sudah banyak yang mimpinya sudah hilang dan Alhamdulilah pada pagi hari ini akan dimulai ground breaking pembangunan fisik MRT, Alhamdullilah sudah dimulai pada 10 Oktober 2013 dan akan selesai kira-kira pada 2018."

Terhubung moda lain

Direktur MRT, Dono Bustami mengatakan pembangunan akan mulai dilakukan dengan melakukan penguatan dinding tanah ssebelum dilakukan penggalian di kawasan Dukuh Atas, Jakarta Pusat.

"Dukuh Atas nantinya akan menjadi salah satu stasiun dan berfungsi sebagai hub (penghubung) untuk titik integrasi dengan moda transportasi massal lain seperti KRL dan akan ada water way," kata Dono.

Saat ini di kawasan Dukuh Atas telah tersedia sejumlah tempat pemberhentian tranportasi umum seperti Halte Busway, Stasiun Kereta Listrik Sudirman dan halte Waterway yang saat ini terbengkalai.

Stasiun MRT di Dukuh Atas akan terletak persis di bawah sungai Banjir Kanal Barat dan nantinya stasiun itu akan berada sekitar 24 meter di bawah permukaan tanah.

Rencananya jalur antara Bundaran HI hingga Senayan akan berada di bawah tanah sementara jalur antara Jalan Sisingamangaraja hingga Lebak Bulus dibangun melayang di atas tanah.

Sebabkan kemacetan

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga mengatakan akan mengupayakan sejumlah cara untuk mengurangi kemacetan yang ditimbulkan akibat pembangungan MRT.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Udar Pristono mengatakan akan melakukan pengaturan lalu lintas secara khusus selama konstruksi.

"Kalau ada penyempitan jalur karena ada pembangunan konstruksi kita akan adakan penggeseran jalan jadi jalan digeser sedikit yang penting lebar jalan dan jumlah lajur tetap sama," kata Pristono.

Sementara Gubernur Joko Widodo meminta agar penjelasan soal kemacetan ini terus dilakukan oleh pelaksana pembangunan MRT.

"Karena jelas ini akan menimbulkan tambahan kemacetan di Jakarta."

Dia juga menjamin bahwa proses pelaksanaan pembangunan MRT yang akan memakan waktu selama lima tahun akan berjalan sesuai rencana dan tidak terhenti di tengah jalan seperti proyek pembangunan monorail beberpa tahun lalu.

"Ini kan dari APBN dan APBD jadi ya sudah dijamin 100 persen," tegas Jokowi.