BBC navigation

Korban kecelakaan kapal pencari suaka bertambah

Terbaru  30 September 2013 - 18:36 WIB
Kapal pencari suaka

Para penumpang berasal dari Irak, Lebanon, Afghanistan dan Yordania

Badan SAR Nasional (Basarnas) hari Senin (30/09) mengatakan jumlah korban kecelakaan kapal pencari suaka yang tenggelam di perairan Cianjur, Jawa Barat, bertambah menjadi 31 orang.

Hal itu disampaikan Deputi Bidang Operasi SAR Brigjen TNI Sumartono di kantor Basarnas, Kemayoran, Jakarta Pusat.

"Total korban tewas mencapai 31 orang dan yang selamat 28 orang. Jumlah total penumpang kapal tidak diketahui," kata Sumartono.

Ia juga memastikan tidak ada warga Indonesia yang terlibat dalam Klik kecelakaan itu.

"Tidak ada satu pun warga negara Indonesia baik yang menjadi awak mau pun sebagai penumpang atau korban," tambahnya.

'Uang tidak halal'

Pulau Christmas

Basarnas membantah tuduhan mereka menerima "uang tidak halal" dari Australia

Sumartomo juga membantah tuduhan Guru Besar Hukum Internasional UI, Hikmahanto Juwana, bahwa mereka menerima uang "tidak halal" dari pemerintah Australia terkait penanganan para pencari suaka.

"Tuduhan bahwa Basarnas menerima uang tidak halal dari pihak Australia sangat tidak berdasar dan sudah dijelaskan tidak ada itu. Basarnas bekerja atas dasar undang-undang yang mengikat di dalam negeri mau pun di internasional," kata Sumartono.

"Basarnas tidak berurusan dengan imigran untuk mencegah, melarang atau menerima tapi berurusan dengan orang yang mendapat musibah di perairan tersebut," tambahnya.

Hikmahanto Juwana mengatakan hari Minggu (29/09) "patut diduga Basarnas menerima uang-uang tidak halal dari pemerintah Australia dan bekerja untuk kepentingan Australia sehingga mereka bersedia menerima pencari suaka dan pengungsi asal Timur Tengah untuk dibawa ke daratan Indonesia."

Jumat dini hari lalu, Basarnas menerima laporan adanya kapal pencari suaka yang tenggelam di Cikole, Cianjur.

Berdasarkan informasi dari Polda Jawa Barat, kapal bertolak dari Pelabuhan Ratu, Banten.

Para penumpang yang selamat diketahui berasal dari Irak, Lebanon, Afghanistan dan Yordania.

Sementara itu, Klik seluruh jenazah korban kecelakaan kapal tiba di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin (30/09) untuk diotopsi.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.