Tayangkan konvensi, Dewan TVRI dipanggil KPI

  • 18 September 2013
Stasiun televisi
Durasi siaran konvensi Demokrat dianggap di luar kelaziman pemberitaan.

Komisi Penyiaran Indonesia rencananya Kamis 19 September akan meminta keterangan Dewan Pengawas TVRI terkait kemungkinan adanya permintaan khusus atau tekanan untuk menayangkan konvensi calon presiden Partai Demokrat.

Pemanggilan dilakukan setelah hari ini (18/09) KPI meminta keterangan direktur utama dan direktur pemberitaan TVRI tetapi tidak mendapat jawaban memuaskan.

"Karena untuk isu krusial seperti ini, dewan selaku pengawas pastinya punya tanggung jawab juga dan pasti tahu tentang dinamika yang terjadi," kata Wakil Ketua KPI, Idy Muzayyat, kepada Rohmatin Bonasir dari BBC Indonesia.

Di antara hal yang akan ditanyakan, tuturnya, adalah dinamika yang terjadi sebelum TVRI menayangkan visi dan misi para peserta konvensi Partai Demokrat yang berlangsung selama dua setengah jam pada Minggu malam (15/09).

"Karena kami mendengar banyak berita yang melingkupi hal itu, misalnya terkait ada tidaknya intervensi, terkait ada tidaknya special request dari pihak tertentu untuk menayangkan konvensi itu," jelas Idy Muzayyat.

Durasi siaran

Pertanyaan-pertanyaan tersebut sebenarnya telah diajukan kepada dewan direksi dalam pertemuan dengan KPI hari ini, tetapi menurut Idy Muzayya, dewan direksi tidak memberikan jawaban komprehensif.

Dalam pertemuan terungkap bahwa tayangan konvensi Partai Demokrat disebutkan telah direncanakan sebelumnya dan tidak dibayar.

Direktur utama TVRI, seperti dituturkan Idy, menjelaskan bahwa tayangan itu merupakan tindak lanjut dari rekomendasi Komisi I DPR yang meminta TVRI mengambil peran sebagai televisi penyiaran pemilu.

Namun KPI mempersoalkan durasi tayangan yang dianggap di luar batas kelaziman karena menayangkan siaran tunda secara utuh selama dua setengah jam.

"Masak tidak ada suatu pemikiran katakanlah, apalagi siaran tunda, untuk mengedit, mengambil bagian-bagian yang penting dari acara ini," kata Idy Muzayyat.

Di berbagai media, Direktur Utama TVRI Farhat Syukri menegaskan bahwa tidak ada pesanan istana atau pihak manapun untuk menyiarkan konvensi Demokrat.

Berita terkait