AJI protes hukuman penganiaya wartawan

  • 17 September 2013
Pesawat TNI
Beberapa kali pesawat milik TNI jatuh namun dalam kasus Kampar, wartawan sempat dilarang meliput.

Aliansi Jurnalis Independen mengajukan protes keras terhadap rendahnya hukuman yang diajukan kepada perwira TNI AU Letkol Robert Simanjuntak yang didakwa menganiaya seorang juru foto yang sedang menjalankan tugas jurnalistik.

Robert Simanjuntak divonis hukuman tiga bulan karena menganiyaya fotografer Riau Pos, Didik Herwanto.

Didik dipukul, dicekik dan ditendang karena mengambil gambar pesawat tempur TNI AU yang jatuh di Kecamatan Pasir Putih Kabupaten Kampar, Oktober 2012.

Kasus ini menjadi pusat perhatian karena aksi kekerasan yang dilakukan terdakwa itu direkam kamera dan kemudian beredar luas melalui situs video YouTube.

Saat itu, terdakwa Letkol Robert Simanjuntak menjabat sebagai Kepada Divisi Pers Landasan Udara Roesmin Noerjadin, Pekanbaru.

Buntut kejadian tersebut, pejabat TNI Angkatan Udara sempat menyampaikan permohonan maaf secara terbuka.

Dalam sidang menurut kantor berita Antaranews, terdakwa sempat membantah keterangan dua saksi yang juga tentara AU dan saksi korban, Didik Herwanto.

Namun saat rekaman kejadian diputar, ia tak dapat mengelak.

"Saya tahu, kalian sebelum menjadi saksi pasti sudah diberi pengarahan dulu. Dalam video ini semuanya sudah jelas," kata Ketua Majelis Hakim Kolonel CHK Dr Djodi Suranto seperti dikutip kantor berita Antara.

Udin award

Meski demikian saat membacakan tuntutan, Oditur Militer hanya mengajukan tuntutan hukuman tiga bulan penjara.

"Terdakwa terbukti bersalah melakukan penganiayaan sesuai pasal 351 KUHP. Menuntut terdakwa dengan hukuman tiga bulan penjara dipotong masa tahanan," ujar Oditur Militer, Kolonel CHK Rizaldi SH.

AJI menyebut pelaku kekerasan dalam kasus ini sebagai Musuh Kebebasan Pers sementara Didik Herwanto kemudian dinobatkan sebagai penerima Udin Award, penghargaan untuk keberanian wartawan yang diberikan AJI kepada pewarta dengan mengambil inspirasi nama jurnalis yang tewas saat menjalankan penyelidikan, M Syafruddin.

Kasus ini turut menjadi bagian dari rangkaian tindak kekerasan yang dilakukan anggota TNI dalam setahun terakhir. Dalam kasus penyerbuan ke Lapas Cebongan, Sleman, sekelompok anggota Kopassus menewaskan empat tersangka yang diduga menganiaya kawan mereka hingga meninggal dunia.

Dalam wawancara khusus dengan BBC Juli lalu, mantan Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono mengklaim TNI berhasil menerapkan reformasi internal, antara lain ditandai dengan 'penegakan hukum' tegas untuk personelnya yang melanggar.

Berita terkait