BBC navigation

1.600 pelajar tanpa SIM ditilang tiap hari

Terbaru  11 September 2013 - 12:23 WIB
Anak dan sepeda motor

Jumlah pengendara anak dinilai pengamat sudah 'dalam taraf berbahaya'.

Aksi anak di bawah umur mengemudikan kendaraan bermotor di jalan raya sudah mencapai ratusan ribu kasus dalam enam bulan pertama tahun ini kata Korps Kepolisian Lalu Lintas Mabes Polri.

Namun maraknya penindakan aparat jalan raya rupanya tak membuat jumlah pengendara anak menyusut, kata Kepala Bidang Penegakan Hukum Korlantas Polri Komisaris Besar Polisi Indrajit.

"Kita sudah menindak 290.068 kasus, itu baru enam bulan, sementara tahun lalu kita tindak 607 anak per 90 ribu pelajar" seru Indrajit.

Itu berarti sepanjang tahun ini saja setiap hari terdapat lebih dari 1600 siswa sekolah, setingkat SD hingga SMA, yang dikenai sanksi polisi karena berkendara tanpa mengantongi SIM.

Kebiasaan berkendara anak bawah umur ini marak, menurut Indrajit juga karena sikap orang tua yang malah mendukung pelanggaran itu.

"Ada kebanggaan oh, anak saya masih SD, masih SMP sudah bisa bawa mobil lho," kata Indrajit menirukan.

Meski demikian juga mengakui sebagian orang tua melepas anak berkendara di jalan raya dengan 'terpaksa' karena merasa tak punya pilihan lain.

"Transportasi umum dianggap tidak layak karena tidak aman, belum lagi macet parah, nanti anaknya telat ke sekolah," tambah Indrajit.

'Panggil polisi'

Kasus anak berkendara menjadi perhatian utama masyarakat saat remaja AQJ, 13, dikenai status tersangka pelaku Klik penyebab kecelakaan yang menewaskan sedikitnya enam orang.

Anak musisi ternama Ahmad Dhani itu diduga menyetir mobil dengan kecepatan tinggi meskipun belum memenuhi usia minimal mendapat Surat Izin Mengemudi (SIM).

Meski jelas merupakan pelanggaran, aparat dikritik kerap melalaikan fungsi penegakan sanksi terhadap para pelanggar remaja ini.

Pulang sekolah

Makin banyak orang tua yang kesulitan mengantar-jemput anak sekolah.

"Di lingkungan saya anak SD saja sudah biasa bawa motor, boncengin temen atau anak-anak. Pernah juga ada yang jatuh atau tabrakan," kata Arif Kumatra Nata, 13, siswa kelas IX yang tinggal di Kalipasir, Jakarta Pusat.

Arif sendiri beserta teman-temannya di SMP 8 Jakarta, dilarang berkendara sendiri ke sekolah. Jika aturan ini dilanggar sekolah tak segan menyita kendaraan siswa.

"Kami razia saja langsung, ambil kuncinya, surat-suratnya. Hanya orang tua yang bisa ambil kembali," kata Rosmalina Sianturi, Wakil Kepala Sekolah di bilangan Jalan Diponegoro itu.

Sekali-dua kata Rosmalina, murid yang membandel akan nekat membawa kendaraan meski diparkir di luar areal sekolah.

"Kalau ada yang bandel lagi, misalnya pernah juga ada (siswa) yang bawa motor di luar diparkir berderet itu, kita telepon polisi saja biar diusir langsung beres"

Rosmalina Sianturi

Tetapi tindakan tegas macam ini diklaim sukses menekan angka siswa berkendara karena risiko kendaraan tak aman kalau harus diparkir di luar.

"Kalau ada yang bandel lagi, misalnya pernah juga ada (siswa) yang bawa motor di luar diparkir berderet itu, kita telepon polisi saja biar diusir langsung beres," tambahnya sambil tertawa.

Polisi mengakui aturan berkendara untuk anak kerap dilanggar tanpa penindakan namun meminta agar orang tua tak mendukung perilaku anak yang tak disiplin.

"Soal terampil menyetir atau naik motor, bolehlah kan bisa dilatih.

"Tapi kan attitude-nya masih jiwa muda, belum bisa mengendalikan emosinya makanya kita rumuskan usia minimal 17 tahun," kata Kabid Gakkum Korlantas Polri, Kombes Pol Indrajit.

Sikap orang tua dan aparat yang dianggap permisif Klik terhadap perilaku tersebut dikecam pengamat yang menyebut pelanggaran sudah 'sampai taraf sangat berbahaya'.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.