Semua acara Miss World dilaksanakan di Bali

  • 7 September 2013
Miss World 2013
Puncak acara yang rencananya berlangsung di Sentul dipindahkan ke Bali.

Indonesia memindahkan penyelenggaraan Miss World sepenuhnya ke Bali dengan membatalkan acara puncak di Sentul pada akhir September.

Acara tersebut mendapat penentangan dari berbagai kelompok Islam di Indonesia karena tidak sesuai dengan ajaran Islam yang melarang untuk mempertontonkan aurat perempuan.

Majelis Ulama Indonesia, MUI, juga sudah mengeluarkan pernyataan menolak penyelenggaraan ajang pemilihan Miss World di Indonesia.

Rencananya penyelengaraan kontes akan berlangsung di Bali pada 8-25 September dengan puncak acara pada 28 September di Sentul, Bogor.

Namun Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat, Agung Laksono, pada ASbatu 7 September mengatakan bahwa acara di Sentul tidak akan ada lagi.

"Semua acara kini akan digelar di Bali, akan terkonsentrasi di Bali hingga penutupan," katanya kepada para wartawan, seperti dikutip kantor berita AFP.

Agung Laksono juga menegakan bahwa para peserta dilarang mengenakan bikini atau pakaian yang dianggap tidak sesuai dengan budaya Indonesia.

Pihak penyelengara kontes Miss World, kelompok usaha MNC, menyatakan bahwa sekitar 120 peserta akan mengenakan sarung tradisional Bali dan bukan bikini, yang menjadi tradisi dalam pemilihan Miss World.

Sebelumnya Syafril Nasution yang menjabat Direktur Corporate Affairs RCTI -salah satu anak perusahaan MNC- mengatakan kepada BBC Indonesia bahwa ajang Miss World akan memberi keuntungan bagi Indonesia.

"Juga ada 40 desainer Indonesia yang karyanya akan dipakai kontestan. Ini akan dilihat dunia. Dan tidak hanya menguntungkan Bali, tetapi juga Indonesia secara keseluruhan."

Indonesia akan diwakili oleh Vania Larissa, yang meraih kemenangan dalam pemilihan Miss Indonesia.