Ajang Miss World "tidak mungkin" batal

  • 6 September 2013
miss world
Sejumlah kalangan menggelar protes menolak Miss World pada Rabu (04/09).

Penyelenggaraan Miss World 2013 di Indonesia sudah tidak mungkin dibatalkan walau menuai protes keras dari beberapa kalangan.

Pihak penyelenggara, MNC, mengatakan para peserta yang berasal dari 120 negara sudah berdatangan ke Bali pada 3 September lalu.

Rencananya, penjurian akan berlangsung pada 8 hingga 25 September di Bali dan malam puncak akan diadakan pada 28 September di Sentul.

"Untuk meninjau ulang kegiatan, menurut kami sudah sangat terlambat," kata Syafril Nasution, Direktur Corporate Affairs RCTI, salah satu anak perusahaan MNC, saat dihubungi oleh wartawan BBC, Christine Franciska.

"Ini harus tetap kita jalankan tidak mungkin membatalkan acara yang sudah direncanakan jauh hari sebelumnya. Para peserta sudah seluruhnya datang."

"[Kalau sampai batal] bagaimana pandangan negara lain terhadap kita dan pemerintah kita yang sudah mengeluarkan izin."

Tetap ditolak

Miss world
Ajang Miss World dianggap "merusak martabat perempuan".

Mengenai banyaknya protes, dia menegaskan bahwa penyelenggaraan Miss World ini sudah disesuaikan dengan norma agama Islam dan diatur sesuai budaya Indonesia, salah satu upayanya adalah dengan meniadakan kontes bikini.

"Semua warga negara berhak menyatakan pendapat. Mengenai aksi demonstrasi kami serahkan ke keamanan, karena kita sebagai warna negara juga berhak mendapat perlindungan," tambahnya.

Siang ini, Jumat (06/09), sejumlah organisasi Islam berencana untuk menggelar kembali aksi protes untuk menolak penyelenggaraan Miss World.

Pada demonstrasi Rabu (04/09) kemarin, Majelis Mujahidin mengatakan ajang tersebut dapat "merusak martabat perempuan dan menghancurkan moral bangsa".

Majelis Ulama Indonesia, MUI, sebelumnya juga sudah mengeluarkan pernyataan untuk menolak penyelenggaraan Miss Word, karena kontes tersebut menjadikan wanita sebagai obyek dan hanya dijadikan ajang cari untung saja.

Namun Syahril mengatakan ajang ini memiliki manfaat besar bagi Indonesia, terutama dalam segi pariwisata dan ekonomi. Dengan mendatangkan peserta dari 120 negara dan hadirnya ratusan media dari seluruh dunia, ajang ini dapat memperkenalkan budaya dan pariwisata, sekaligus menunjukan Indonesia aman untuk investasi.

"Juga ada 40 desainer Indonesia yang karyanya akan dipakai kontestan. Ini akan dilihat dunia. Dan tidak hanya menguntungkan Bali, tetapi juga Indonesia secara keseluruhan."

Pada ajang ini, Indonesia akan diwakili oleh Vania Larissa, pemenang pemilihan Miss Indonesia.

Berita terkait