BBC navigation

Ratusan titik api muncul lagi di Riau

Terbaru  22 Juli 2013 - 14:15 WIB
Asap Riau

Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan sangat mengganggu aktifitas warga di Riau.

Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Provinsi Riau mengatakan titik api akibat kebakaran hutan dan lahan di wilayah itu dalam beberapa hari terakhir terus bertambah jumlahnya secara signifikan sehingga mengancam munculnya kembali kabut asap yang mengganggu hingga wilayah negara tetangga.

Titik api mulai bermunculan sejak hari Jumat (19/07) dan sebagaian besar titik api berada di daerah Kabupaten Rokan Hilir.

"Pada tanggal 19 Juli ada 21 titik api, kemudian pada tangga 20 Juli ada 63 titik api dan tanggal 21 Juli kemarin tercatat ada 173 titik api," kata Edwin Putera, Sekretaris BBKSDA Provinsi Riau kepada Wartawan BBC Indonesia, Andreas Nugroho.

Edwin mengatakan sebagian titik api tersebar pada lahan milik masyarakat, bekas kawasan HPH, Lahan Hutan Tanaman Industri dan kawasan hutan ijin perkebunan dan sebagaian kecil lainnya berada di kawasan hutan konservasi.

"Ada enam titik api yang terpantau di kawasa hutan konservasi," tambah Edwin.

Edwin memperkirakan hujan yang masih belum turun dan kondisi lahan yang sebagian besar merupakan gambut menyebabkan titik api gampang muncul kembali.

Selain itu ia juga menyorot perilaku warga yang sebagian memilih membakar semak untuk membuka lahan mengakibatkan api mudah merambat dan sulit dipadamkan.

Dampak negara tetangga

Pemerintah Indonesia menjadi sasaran kritik pemerintah Malaysia dan Singapura akibat bencana kabut asap lalu, yang memaksa diberlakukannya masa tanggap darurat kabut asap sejak 21 Juni hingga dua puluh hari kemudian.

Langkah itu sempat berhasil menekan jumlah titik api akibat kebakaran hutan dan lahan, namun ternyata kemudian potensi kabut asap muncul kembali dengan cepat.

"Saat tanggap darurat polisinya masih ramai, TNI-nya juga masih ramai nah setelah selesai kita bisa lihat evaluasinya seperti ini oknum masyarakatnya kembali membakar lahan," keluh Edwin.

Selain berpotensi mengganggu kesehatan warga di daerah itu, dampak asap juga kemungkinan akan kembali dirasakan oleh warga negara tetangga sekitar Indonesia yaitu Singapura dan Malaysia.

"Penyebaran potensi asapnya cukup tinggi, kami sudah dapat laporan dari Jakarta, bahwa pola penyebaran asapnya ke arah timur bisa jadi dalam beberapa hari ke depan akan sampai ke Singapura atau Malaysia"

Edwin Putera

"Penyebaran potensi asapnya cukup tinggi, kami sudah dapat laporan dari Jakarta, bahwa pola penyebaran asapnya ke arah timur bisa jadi dalam beberapa hari ke depan akan sampai ke Singapura atau Malaysia."

Namun rupanya kekhawatiran ini belum dirasakan pejabat terkait di Kota Dumai, yang sempat jadi salah satu titik terparah akibat kabut asap Juni lalu.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Dumai, Basri, mengatakan belum ada yang aneh dengan kualitas udara setempat hari ini.

"Saya belum membaca data terakhir tapi kalau saya lihat kondisi hari ini kualitasnya masih normal," kata Basri.

Pada kondisi terparahnya akibat serangan kabut asap, jumlah titik api di Provinsi Riau akhir Juni lalu sempat mencapai 265 titik.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.