Napi Tanjung Gusta akan direlokasi

  • 12 Juli 2013
konpers lapas medan

Penghuni Lembaga Pemasyarakatan Tanjung Gusta, Medan, akan dipindahkan ke sejumlah penjara lain karena "kelebihan kapasitas luar biasa", kata Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan Djoko Suyanto.

Pernyataan itu disampaikan Djoko dalam jumpa pers di kantornya bersama Kapolri Jendral Timur Pradopo, Wakil Menteri Hukum dan HAM Denny Indrayana serta Kepala BNPT Ansyad Mbai, Jumat (12/07), seperti dilaporkan wartawan BBC Indonesia, Sigit Purnomo.

Ratusan napi membakar lapas kelas I tersebut setelah mereka berunjuk rasa memprotes terputusnya aliran listrik dan air.

"Pada hari Kamis terjadi pemadaman arus listrik di wilayah sekitar Tanjung Gusta terjadi, pihak LP sudah melakukan upaya-upaya menyalakan listrik lewat genset, tapi kapasitas genset tidak memenuhi," kata Djoko Suyanto.

"Karena listrik mati, pompa air tidak menyala ini yang menyebabkan napi marah dan merusak," kata Djoko dan menambahkan bahwa <span >pemadaman listrik terjadi pukul 13:00 WIB dan kembali mengalir pada pukul 16:00 WIB.

Menteri Hukum dan HAM Amir Syamsuddin telah tiba<span > di Medan dan berdialog dengan delapan perwakilan napi di<span >Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara (Rupbasan) Klas A Medan, seperti dilaporkan kantor berita Antara.

Teroris buron

Di antara narapidana yang melarikan diri, terdapat lima napi kasus terorisme, kata Kapolri Jenderal Timur Pradopo.

"Kemungkinan sudah lari dari Medan, semua jalan ditutup dan razia 24 jam...Yang namanya teroris harus kita waspadai," kata Timur.

Kepala BNPT Ansyaad Mbai mengidentifikasi salah satu teroris yang kabur sebagai Fadli Sadama, pelaku perampokan Bank CIMB Niaga Medan.

"Semua teroris berbahaya ya, kita cari kemungkinan mereka berada," kata Ansyaad.

Polri telah membentuk tim khusus pencarian dan penangkapan yang dipimpin Direktur Serse Kriminal Umum Polda Sumut.

Motif kerusuhan

Sementara itu berdasarkan pendataan pada Jumat pagi (12/07), sebanyak 64 orang narapidana yang melarikan diri dalam kerusuhan Kamis malam sudah ditangkap kembali dan napi yang masih buron 240 orang.

napi
Napi marah karena pemadaman listrik di lapas, Kamis (11/7)

Jumlah penghuni lapas adalah 2.600 orang, meski kapasitasnya hanya untuk sekitar 1.000 orang saja. Djoko menegaskan bahwa tidak semua napi melakukan pengrusakan.

"Perlu tindakan berat karena over kapasitas luar biasa. Minta Menkumham mendistribusikan napi ke LP terdekat atau LP lain dan perlu renovasi perkantoran...kami akan segera merenovasi," kata Djoko.

Sebelumnya sempat tersiar informasi bahwa para napi tidak setuju dengan PP 99/2012 yang melarang pemberian remisi bagi narapidana pelaku kejahatan khusus, seperti korupsi dan terorisme.

Meski pun demikian, Wakil Menteri Hukum dan HAM Denny Indrayana motif sebenarnya yang melatarbelakangi kerusuhan tersebut masih diselidiki.

"Terkait PP 99, ini memang PP pengetatan pemberian remisi terutama kepada tindak pidana khusus yaitu korupsi, narkotika dan teroris, yang tiga ini dilakukan pengetatan," kata Denny.

Terkait padatnya lapas Tanjung Gusta, Djoko Suyanto mengatakan pemerintah akan mengkaji ulang fasilitas yang ada di masing-masing lapas.

"Yang penting pemenuhan kebutuhan napi tidak bisa diabaikan," kata Djoko.