Presiden PKS penuhi panggilan KPK

  • 13 Mei 2013
Massa PKS
PKS menuding kasus korupsi ini dipakai sebagai alat untuk menurunkan jumlah pendukung.

Presiden Partai Keadilan Sejahtera, Anis Matta, menetapi janjinya memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi yang menjadwalkan pemeriksaannya sebagai saksi dalam kasus dugaan suap impor daging sapi, Senin (13/05).

Dia tiba di gedung KPK di kawasan Kuningan sekitar pukul 10.30 WIB.

Presiden PKS yang digantikan Anis sebelumnya, Lutfi Hasan Ishaq, telah lebih dulu diperiksa dan langsung ditahan setelah dijadikan tersangka dalam kasus ini.

Lutfi diduga menerima suap dan kemudian juga dikenai dakwaan pidana pencucian uang karena menyembunyikan dana suap tersebut dalam bentuk bermacam-macam transaksi keuangan.

Sehari sebelumnya, Minggu (12/05), usai rapat di kantor DPP PKS, Anis Matta menyatakan akan datang memenuhi panggilan KPK.

Dalam rapat yang sama, DPP PKS juga memutuskan akan melaporkan 10 staf KPK termasuk juru bicara Johan Budi karena dianggap "melakukan perbuatan tak menyenangkan serta menyita aset PKS tanpa surat perintah resmi" siang nanti.

Penjadwalan ulang Hilmi

Selain panggilan pada Anis Matta, KPK sebelumnya juga telah mengirim surat panggilan pemeriksaan kepada Ketua Majelis Syuro PKS, Hilmi Aminuddin.

Namun pemeriksaan tidak terlaksana Jumat (10/05) lalu karena Hilmi mengaku sedang berada di luar kota sehingga pemanggilan akan dijadwal ulang KPK.

Kasus ini menjadi salah satu topik yang paling banyak diberitakan media sepanjang beberapa bulan terakhir dan banyak digambarkan sebagai titik sengketa antara PKS dengan KPK.

Sejumlah pengurus teras PKS dan simpatisan di berbagai daerah bereaksi keras terhadap pengembangan kasus ini karena anggapan KPK membawa agenda partai politik saingan PKS dalam pemilu 2014.

Dua survey partai politik terakhir yang digelar oleh Indo Barometer dan Lingkaran Survey Indonesia, Maret lalu, menyebut perolehan suara PKS akan melorot tajam masing-masing ke peringkat delapan dan sembilan dari peringkat empat dalam pemilu 2009.

Sebaliknya PKS menargetkan penambahan perolehan suara untuk mampu berada di jajaran tiga besar partai pasca pemilu 2014.