Polisi tangkap perencana bom Kedubes Burma

  • 3 Mei 2013
Polisi berjaga di lokasi tempat penemuan lima bom pipa.

Kepolisian Indonesia menangkap dua pria yang diduga berencana meledakkan bom di Kedutaan besar Burma di Jakarta.

Mereka ditangkap saat membawa lima bom pipa rakitan pada Kamis (02/05) malam di kawasan padat di wilayah Jakarta Pusat.

Ketua Badan Nasional Penanggulangan Teroris, BNPT, Ansyaad Mba, Ansyaad Mbai mengatakan, dua orang tersangka telah mengaku hendak meledakkan Kantor Kedutaan Burma di Jakarta Pusat.

"Niat mereka sudah ada, rencana sudah ada, kapabilitas untuk itu sudah ada, yaitu sudah ada bomnya. Pengakuannya (dua tersangka) begitu," kata Ansyad Mbai dalam wawancara dengan wartawan BBC Indonesia, Heyder Affan, melalui telepon, Jumat siang.

Keterangan resmi Mabes Polri menyebutkan, kedua tersangka berinisial SF, 28 tahun, dan AT, 21 tahun.

Kelompok lama

Menurut Ansyad, target serangan bom ke Kedubes Burma tidak terlepas dari konflik antar etnis dan agama di Burma yang terjadi saat ini.

"Ini kembali ke rumus dasar, bahwa setiap ada daerah konflik, di mana dipersepsikan ada komunitas Muslim yang dizalimi, mereka pasti akan menjadikannya sebagai medan Jihad," kata Ansyad.

Lebih lanjut Ansyad mengatakan, dua tersangka yang ditangkap polisi pada Kamis malam, kemungkinan besar terkait dengan kelompok lama yang beroperasi pada tahun lalu dan awal 2013.

"Bisa saja mereka menyebut kelompok baru, tetapi (mereka) itu tidak baru sama sekali," katanya, menganalisa.

Ratusan anggota FPI unjuk rasa di depan Kedubes Burma.

Hal ini ditekankan Ansyad dengan melihat mindset (cara berpikir), target serangan, serta ideologi mereka. "Persis sama, dan aksi mereka tidak kenal batas geografi negara," tandasnya.

Unjuk rasa FPI

Sementara, unjuk rasa ratusan anggota Front Pembela Islam, FPI, yang memprotes pemerintah Burma terhadap konflik etnis dan agama di negara itu, sempat mendekati Kedutaan Besar Burma di Jalan Agus Salim, Jakarta Pusat.

Namun aksi ini dihadang ratusan aparat kepolisian yang berjaga-jaga di sekitar kantor kedutaan tersebut.

Pimpinan FPI, Habib Rizieq Shihab menolak jika aksi unjuk rasa dikaitkan dengan penangkapan dua pria yang berencana meledakkan bom di Kedubes Burma.

"Tidak ada kaitan demo ini dengan tindak teroris hari ini," katanya kepada wartawan, di sela-sela unjuk rasa, Jum'at (03/5).

Menurutnya, demo FPI semata sebagai bentuk keprihatinan terhadap konflik etnis dan agama di Burma. "Demo ini murni untuk muslim Rohingya," tandasnya.