Subsidi BBM kemungkinan dikurangi

  • 16 April 2013
Pom bensin
Pemerintah harus memastikan pengawasan dalam penerapan kebijakan dua harga untuk bbm premium.

Pemerintah memberi sinyal untuk mengurangi subsidi bahan bakar minyak bagi mobil pribadi sementara untuk pemilik kendaraan berplat kuning pemerintah memutuskan mereka tetap bisa menggunakan bbm dengan harga subisidi saat ini.

Namun keputusan pemerintah ini oleh sebagaian kalangan diragukan untuk bisa diterapkan di lapangan.

Seusai menggelar pertemuan dengan Kepala Daerah dan sejumlah menteri di kantor Kementerian Dalam Negeri, Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan pemerintah berencana mengurangi subsidi bbm premium untuk mobil pribadi berplat hitam.

Sementara untuk kendaraan berplat kuning dan sepeda motor harga bbm tetap seperti yang ada saat ini.

"Bagaimana mengurangi subsidi yang digunakan untuk mereka yang kategorinya mampu. Yaitu pengguna plat hitam. Yaitu exercise tidak semuanya mereka dicabut subsidinya, akan tetapi apabila itu sebagian dikurangi subsidinya. Sedangkan exercise kita pada plat kuning semuanya tetap, sehingga tidak menimbulkan gejolak terhadap harga angkutan dan sebagainya." kata Hatta Rajasa.

"Kita perlu menjelaskan, diperlukan kesiapan-kesiapan dari daerah,” ujar Hatta usai menghadiri rapat koordinasi tentang penghematan BBM di kantor Kemendagri

Jika usulan ini disetujui oleh Presiden maka harga BBM premium bagi pengguna mobil berplat hitam akan menjadi sekitar Rp6500- rupiah sedangkan pengguna sepeda motor dan kendaraan plat kuning akan menikmati harga BBM 4500 rupiah.

Ragukan efektifitas kebijakan

Pilihan pemerintah untuk menerapkan dua harga premium di pasaran diragukan efektifitasnya.

Pengurus Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia, Tulus Abadi mengatakan akan ada banyak celah kebocoran.

Kebijakan ini juga akan memicu beralihnya orang dari pengguna kendaraan roda empat menjadi pengguna roda dua.

"Saat ini penggunaan trend bbm bersubsidi itu itu lebih dominan yaitu 40 persen untuk roda dua dan tiga puluh persen untuk roda empat kalau nanti dipaksakan dua harga akan ada migrasi besar dari pengguna roda empat ke roda dua artinya pengguna kendaraan roda dua akan semakin besar dan itu akan menyedot bbm bersubsidi bertambah dan hasilnya jadi sama saja," kata Tulus kepada BBC Indonesia.

Sejumlah pemerhati ekonomi mengatakan kebijakan ini memang akan memicu penghetan anggaran hingga 20 triliun rupiah asalkan tidak terjadi kebocoran di lapangan.

Bank Indonesia mengatakan pilihan pengenaan kebijakan dua harga terhadap bbm premium merupakan pilihan yang dapat diterima dan tidak menimbulkan dampak terlalu besar terhadap inflasi ketimbang pilihan lainnya.

Pemerintah sebelumnya juga pernah memberlakukan sistem stiker elektronik untuk pembatasan BBM, tetapi kebijakan tersebut terbukti tidak berjalan.