Saksi kasus Cebongan ketakutan

  • 3 April 2013
cebongan
LPSK mengatakan para tahanan ragu untuk bersaksi

Sebanyak 31 tahanan LP Cebongan, Sleman, Yogyakarta yang menyaksikan pembunuhan empat tersangka kasus penusukan seorang anggota Kopassus, menderita trauma dan takut memberikan keterangan, kata seorang pejabat Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban.

Hal itu disampaikan wakil ketua LPSK, Lies Sulistiani, kepada wartawan BBC Indonesia Pinta Karana, Rabu (3/4).

LPSK mengatakan para tahanan itu harus dilindungi karena posisi mereka sebagai saksi kunci.

"Mereka adalah saksi yang dalam hal ini melihat langsung peristiwa penembakan di lapas. Lapas kan tempat yang aman tapi peristiwa tersebut yang tak bisa dihindarkan dan mereka dalam posisi yang sangat ketakutan, dalam posisi yang sangat trauma, dan sangat mungkin mereka juga potensial untuk terancam," kata Lies.

Mereka adalah penghuni Blok Anggrek LP Cebongan dimana empat tersangka pengeroyokan terhadap Sersan Kepala Santoso, anggota Komando Pasukan Khusus TNI Angkatan Darat dari Grup II Kandang Menjangan, Kartasura, Jawa Tengah, ditembak mati oleh sekelompok orang bertopeng. Santoso meninggal saat dibawa ke rumah sakit tak lama setelah pengeroyokan di sebuah kafe di Yogyakarta.

Ragu-ragu

Lies mengatakan bentuk perlindungan terhadap para tahanan itu beragam.

"Bisa dalam bentuk fisik pengamanan ditambah atau juga mungkin mereka ini mendapat sentuhan pemulihan terlebih dahulu secara psikis dan medis, karena mengalami secara langsung jadi trauma dan ketakutan," kata dia. "Setiap saksi harus memberi keterangan dalam kondisi nyaman, setiap saksi punya hak untuk memberi keterangan dalam kondisi aman tidak dalam ketakutan."

Menurut Lies setiap tahanan selama ini terus menerus dimintai keterangan dan bahkan mungkin hingga ke tingkat persidangan.

" Sekarang saja mereka ragu-ragu dan bertanya ke saya, boleh atau tidak kalau mereka tidak jadi saksi kan kalau dibiarkan kasus ini takkan terungkap, karena tidak ada yang mau jadi saksi."

Jumlah saksi yang dilindungi bisa bertambah, termasuk pada petugas lapas yang menjadi korban pemukulan kelompok penyerang.

Sementara itu, Ketua Komnas HAM Siti Noor Laila mengatakan minggu ini akan melakukan pertemuan dengan perwakilan institusi-institusi terkait untuk membahas kasus ini termasuk Polri dan Panglima TNI.

Berita terkait