Ahmad Heryawan terpilih Gubernur Jabar

  • 3 Maret 2013
Logo Pilgub jabar
Tingkat golput dalam Pilgub Jabar sangat tinggi, mencapai 37 persen.

KPUD Jabar akhirnya mengumumkan pasangan Ahmad Heryawan-Deddy Mizwar menangguk 6.515.313 suara dalam pemilihan gubernur Jawa Barat (lebih dari 32 persen suara) sehingga langsung dinyatakan sebagai gubernur dan wakil gubernur terpilih.

Pada posisi kedua pasangan politisi-pegiat Rieke Diah Pitaloka-Teten Masduki mendapat 5.714.997 (28,41 persen) suara, meski sebelumnya pasangan ini kurang difavoritkan.

Meski muncul suara sumbang terkait rendahnya angka pemilih serta tudingan kecurangan, KPUD Jabar menyatakan prosesi pemilihan sah secara hukum.

"Hasil rekapitulasi ini dinyatakan sah," kata Ketua KPU Jabar Yayat Hidayat yang mengesahkan diikuti dengan ketukan palu.

Kandidat lain, pasangan Dede Yususf Macan Efendi-Lex Laksamana Zainal Lan yang semula sempat diunggulkan sebagai calon paling populer hanya berada di posisi ketiga dengan 5.077.522 suara, sementara Irianto MS. Syafiudin-Tatang Farhanul Hakim mendapat 2.448.358 suara.

Satu-satunya calon pasangan independen mantan perwira tinggi polisi Dikdik Maulana Arif Mansur dan Cecep Nana Suryana Toyib berada di posisi juru kunci dengan 359.233 suara.

Menurut hitungan KPUD jabar suara sah keseluruhan mencapai 20.115.423 sementara suara tidak sah berjumlah 598.356.

Dengan demikian jumlah suara masuk dalam Pilgub 24 Februari lalu mencapai 20.713.779, sangat jauh dari jumlah Daftar pemilih tetap (DPT) yang mencapai 32,5 juta jiwa. Jumlah suara yang tak menggunakan haknya dalam Pilkada Jabar ini mencapai 37 persen pemilih.

Rencana gugatan

Hasil resmi Pilgub Jabar ini sangat mendekati hasil hitung cepat hampir semua lembaga survey yang melakukan penghitungan pada hari pemilihan.

Namun pengesahan hasil perhitungan suara tidak dihadiri oleh wakil kubu Rieke-Teten yang memilih melakukan aksi keluar sidang (walk out) sebagai bentuk protes atas pengumuman pemenangan Ahmad Heryawan.

Kubu Rieke, menurut Ketua Tim Pemenangan PDI Perjuangan dalam Pilkada Jabar TB Hasanuddin, akan mengajukan gugatan pilkada pada Mahkamah Konstitusi segera.

"Kami menyatakan PDIP menolak apapun hasil penghitungan suara dari Pilkada Jabar karena kami menemukan indikasi kecurangan selama pelaksanaan pilkada," kata Hasanuddin seperti ditulis kantor berita Antara, Jumat (1/3).

Termasuk dalam dugaan kecurangan yang dituduhkan kubu Rieke, adalag penggunaan anggaran APBD untuk keuntungan kampanye kubu Ahmad Heryawan.

Rieke sendiri meski gagal maju ke putaran dua pemilihan mengucapkan terimakasih pada para pendukungnya dalam sebuah acara jumpa pers di Depok.

"Suara yang kita peroleh dengan jumlah hari ini meskipun ada indikasi manipulasi yang kuat adalah suara rakyat betul tanpa adanya intimidasi dan transaksional," kata Rieke.