BBC navigation

PM Jepang akan berkunjung ke Indonesia

Terbaru  15 Januari 2013 - 19:25 WIB
marty

Menlu Indonesia Marty Natalegawa (kiri) saat menerima kunjungan Menlu Cina Yang Jiechi.

Sengketa perbatasan antara Jepang dan Cina memperebutkan gugusan pulau yang diberi nama Senkaku di Jepang dan Diaoyo di Cina, kemungkinan besar akan menjadi sorotan utama lawatan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe ke sejumlah negara ASEAN, termasuk ke Indonesia, pada Jumat (18/01) nanti.

Sebagian pengamat dan kalangan diplomat mengatakan, Shinzo Abe kemungkinan akan meminta dukungan dan pengertian negara-negara di kawasan Asia Tenggara terkait sengketa negara itu dengan Cina terkait sengketa kepulauan di Laut Cina Selatan tersebut.

Rencana lawatan Abe ke Vietnam, Thailand dan Indonesia ini merupakan kunjungan perdana Abe ke luar negeri sejak kembali menjadi Perdana Menteri setelah berhasil membawa Partai Liberal Demokrat menang dalam pemilu awal Desember 2012 lalu.

Menteri Luar Negeri Indonesia Marty Natalegawa, dalam wawancara dengan wartawan BBC Indonesia, Heyder Affan, Selasa (15/01), mengatakan, kunjungan Abe ini sangat penting bagi masa depan stabilitas di kawasan negara-negara Asia Tenggara.

"Bukan saja dalam rangka semakin meningkatkan hubungan bilateral antara Indonesia dan Jepang, melainkan juga dalam kerangka kawasan. Bagaimana negara Jepang, bagaimana negara Indonesia, bersama ASEAN, bersama negara lainnya turut serta memelihara perdamaian dan stablitas dan kesejahteraan di kawasan kita," kata Marty.

"Jadi ini kesempatan yang baik untuk kedua pimpinan negara untuk bertukar pandangan," tandasnya.

Masalah terpisah

"Saya kira Jepang, sebagaimana halnya Tiongkok sudah memahami, bahwa Indonesia adalah suatu negara yang sangat menjunjung tinggi kemandiriannya, menjunjung sikapnya yang tidak mendukung satu posisi dan posisi lainnya."

Menlu Indonesia Marty Natalegawa.

Tentang komentar sebagian pihak yang menganggap kunjungan Shinzo Abe ke Jakarta bakal diwarnai upaya diplomatiknya untuk mencari dukungan dalam konflik dengan Cina, Marty menyatakan, Jepang dan Cina telah memahami kebijakan luar negeri Indonesia.

"Saya kira Jepang, sebagaimana halnya Tiongkok sudah memahami, bahwa Indonesia adalah suatu negara yang sangat menjunjung tinggi kemandiriannya, menjunjung sikapnya yang tidak mendukung satu posisi dan posisi lainnya," tegas Marty.

Indonesia, lanjut Marty, lebih mengedepankan agar Jepang dan CIna lebih mengedepankan upaya diplomatik dalam menyelesaikan sengket perbatasan tersebut.

"Yang kita depankan adalah penyelesaian setiap permasalahan, apakah antara Tiongkok-Jepang, apakah mengenai Laut Cina Selatan, melalui jalan perundingan, melalui jalan dialog. Itulah visi yang ingin kita tampilkan. Jadi tidak berpihak pada masing-masing pihak," jelasnya.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, kata Marty, juga akan menekankan komitmen Indonesia ini saat bertemu PM Shinzo Abe, Jumat (18/01) nanti.

Menjawab pertanyaan BBC Indonesia, apakah kerjasama ekonomi Indonesia dengan Cina dan Jepang, akan mempengaruhi upaya penyelesaian konflik perbatasan diantara dua negara itu, Marty menyatakan itu merupakan persoalan yang berbeda.

"Saya kira masalahnya terpisah... Tapi ini sama sekali tidak mempengaruhi atau mempengaruhi pilihan politik luar negeri oleh Indonesia," tegasnya.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.